Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Desa Pota Wangka Diserang Isu Palsu, Kades Robertus: Pekerjaan untuk Masyarakat, Bukan Pribadi

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250916 165111
Petrus Robertus Sentosa, Kepala Desa Pota Wangka, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. (foto : isth).

“Usulan itu tidak diabaikan. Tetapi memang anggaran terbatas. Sesuai Permendes PDTT, penyertaan modal untuk ketahanan pangan minimal 20 persen sudah ditetapkan, sehingga prioritas harus disesuaikan,” paparnya.

Untuk Tahun Anggaran 2025, Desa Pota Wangka mengalokasikan Dana Desa untuk tiga kegiatan fisik, yakni:

1. Proyek Air Minum Bersih – Anggaran Rp75.140.436,77 dengan volume pekerjaan 1.010 meter.

2. Pembukaan Jalan Tani di Pungkang – Anggaran Rp180.041.894,88 dengan volume pekerjaan 33.485,63 m².

3. Pembukaan Jalan Tani di Mbehal – Anggaran Rp150.079.998,40 dengan volume pekerjaan 2.906,23 m².

Dua proyek jalan tani sudah rampung, sementara proyek air minum diperkirakan tuntas pekan ini.

Baca Juga :  Berantas Judi Online, Propam Polres Manggarai Barat Geledah Ponsel Personel

Petrus memastikan seluruh perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa selalu dilakukan secara transparan melalui mekanisme musyawarah.

“Kami selaku pemerintah desa selalu transparan dalam penggunaan dana desa. Semua kegiatan berdasarkan penggalian gagasan tingkat RT, Musdus, dilanjutkan ke Musdes, dan disepakati bersama masyarakat. Semua dibuktikan dengan berita acara serta daftar hadir rapat,” jelasnya.

Meski menyayangkan adanya informasi yang menyesatkan publik, Petrus tetap menghargai kritik masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan pengawasan.

“Sangat disayangkan ketika ada pihak yang menyampaikan informasi menyesatkan. Tetapi saya bersyukur masyarakat tetap mengkritik, karena itu bagian dari kepedulian dan fungsi pengawasan selama saya memimpin Desa Pota Wangka,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lawan Pilkada ke NasDem, Mantan Cawabup Andi Risky Kini Pegang Pos Strategis

Sebagai bentuk tanggung jawab, Petrus juga menegaskan dirinya siap diaudit.

“Setelah semua kegiatan fisik dilakukan, saya akan bersurat ke Inspektorat Manggarai Barat agar melakukan audit di desa yang saya pimpin,” pungkasnya.

Dalam musyawarah desa sebelumnya, hadir pula keterwakilan masyarakat Mbehal, di antaranya Viktorius Piston dan Gregorius Gion bersama sejumlah warga lain. Seluruh administrasi kegiatan, menurut Petrus, lengkap dan jelas. **

  • Bagikan