Korban dan temannya, Ronal Saka, turun dari mobil untuk menanyakan alasan penghadangan tersebut. Namun, respons yang diterima justru berupa kata-kata kasar dan ancaman.
“Ini jalan umum, tapi mereka malah berkata kasar, ‘Kamu mau apa, anjing? Siapa pun tidak bisa lewat sini,’” ujar Lois.
Saat hendak kembali ke Posko 02, korban dipukul dari belakang. Ia tetap berjalan, namun kembali menjadi sasaran pemukulan. Sesampainya di posko, para pelaku terus mengejar dan salah satu dari mereka memukul Lois menggunakan kursi, menyebabkan luka gores di lengan kanannya.
Korban yang mencoba menangkis serangan lanjutan dengan kaki juga mengalami luka robek. Selain luka fisik, Lois juga kehilangan telepon genggam miliknya dalam kejadian tersebut.
Teman-teman di posko sempat mencoba meredam situasi dan meminta Lois berlindung di dalam rumah Bapak Kornelius Habut. Meski polisi kemudian datang, para pelaku tetap tidak mengendurkan sikapnya.
“Saat polisi pergi, mereka kembali datang dan memaksa saya keluar dari rumah. Saya merasa terancam dan akhirnya keluar lewat dapur untuk pindah ke rumah lain,” tutur Lois.
Pukul 23.30 WITA, para pelaku kembali mendatangi rumah korban. Mereka kembali mengamuk, bahkan membangunkan istri dan anak Lois yang sedang tidur.
“Istri saya sempat bertanya alasan mereka mengamuk, dan mereka menjawab bahwa mereka sedang mencari saya. Orangtua saya juga keluar dan mengusir mereka dari rumah,” jelasnya.
Kini, kasus ini tengah ditangani oleh Polres Manggarai Barat, dan keempat tersangka dijadwalkan untuk segera diperiksa lebih lanjut. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









