Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Harapan di Tengah Derita: 24 Tahun Melawan Gondok, Regina Mur Menanti Uluran Tangan

  • Bagikan
IMG 20250508 194434
Regina Mur Menanti Uluran Tangan. (foto : isth).

BORONG, NTTNEWS.NET – Di balik sunyinya Kampung Tado, Desa Beawaek, Kecamatan Lambaleda Selatan, tersimpan kisah pilu seorang ibu tangguh. Regina Mur (53), telah menanggung penderitaan akibat penyakit gondok selama 24 tahun, sebuah perjuangan sunyi yang mencerminkan kekuatan dan ketabahan luar biasa.

Penyakit itu muncul pertama kali saat ia tengah mengandung anak ketiganya pada tahun 2001. Awalnya hanya benjolan kecil yang tak menimbulkan rasa sakit, namun lambat laun membesar menyerupai bola plastik dan sangat mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

“Awalnya kecil saja, muncul waktu saya hamil. Tidak terasa sakit, tapi sekarang sudah sebesar ini,” kata Regina saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (4/5/2025).

Baca Juga :  Resmob Komodo Sapu Bersih! Tiga Terduga Pelaku Penyekapan dan Pemerkosaan Anak Dibekuk di Labuan Bajo

Tanpa biaya memadai untuk berobat ke fasilitas kesehatan, Regina hanya bisa mengandalkan pengobatan tradisional selama bertahun-tahun.

Kini, kondisinya makin parah dan ia tak lagi mampu bekerja seperti dahulu. Pendapatan dari suaminya, Hendrikus Nepang (55), yang hanya mengandalkan hasil bertani, tak cukup untuk menutupi kebutuhan hidup, apalagi biaya pengobatan.

Baca Juga :  FPM Siapkan Aksi Boikot Proyek Kantor Pajak Pratama Labuan Bajo, PT Joglo Multi Ayu Jadi Sorotan

“Ke Puskesmas saja saya tak bisa pergi karena tidak ada biaya,” ujarnya dengan suara lirih.

  • Bagikan