Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Jalur Utara NTT Terancam Lumpuh, DPRD Desak Pemprov Segera Bertindak

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250924 141719
Lima orang anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) lintas fraksi dan lintas komisi melakukan kunjungan kerja dalam rangka monitoring fungsi pengawasan di Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (24/9/2025). (foto : isth).

Sementara itu, Siena Katrina dari Fraksi Amanat Sejahtera menyoroti buruknya kualitas pengerjaan jalan sebelumnya.

Ia mencontohkan gorong-gorong di Desa Nggorang yang menggunakan material sing, bukan beton, sehingga cepat ambles.

“Saya lihat kualitas pengerjaannya sangat buruk. Gorong-gorong yang tidak standar membuat jalan gampang rusak. Bahkan sudah ada korban jiwa karena longsor di titik pertama. Karena itu, kalau nanti diperbaiki, pemerintah harus betul-betul mengawasi kualitas pengerjaan agar tidak terulang lagi,” tegas Siena.

Dari Fraksi Demokrat, Astria Blandina Gaidaka mengingatkan bahwa musim hujan akan memperparah kondisi jalan yang sudah retak.

“Kalau siang saja kita sudah takut lewat, apalagi malam hari. Jalan sudah retak dan semakin tergerus. Pemerintah harus segera bertindak agar tidak ada lagi korban,” katanya.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pencurian HP di Manggarai Timur Berujung Laporan Balik, Karolina Pertanyakan Penetapan Tersangka

Sementara itu, Vinsen Pata dari Fraksi PDI-P melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah provinsi yang dinilai lamban menangani persoalan infrastruktur.

“Selama ini, pemerintah baru bertindak setelah ada korban. Itu kelemahan kita. Padahal seharusnya pengawasan ketat dilakukan sejak awal agar kontraktor tidak asal kerja. Kalau hanya mengandalkan Rp1,6 miliar, paling hanya bisa perbaiki satu segmen. Untuk memperbaiki longsoran dan jembatan, perlu Rp5–10 miliar,” ujar Vinsen.

Ia menambahkan bahwa jalur lintas utara ini sangat vital, terlebih karena Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai destinasi pariwisata super premium.

“Bayangkan, kita punya bandara internasional, kota wisata dunia, tapi jalan menuju ke sana rusak parah. Jangan sampai wajah pariwisata NTT tercoreng hanya karena jalan provinsi yang dibiarkan terbengkalai,” pungkasnya.

Baca Juga :  Baru Bebas dari Rutan, Residivis Anak Pembobol Kios di Labuan Bajo Kembali Diringkus Resmob Komodo

Lima anggota DPRD NTT lintas komisi itu sepakat mendorong Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Dinas PUPR, agar segera melakukan perbaikan darurat di titik-titik rawan sebelum menelan korban lebih banyak.

Mereka menegaskan kunjungan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk nyata pengawasan dewan terhadap jalannya pembangunan.

“Kami datang bukan membawa suara pribadi, tetapi suara lintas komisi. Ini sudah menjadi keprihatinan bersama. Kami berharap gubernur dan jajaran serius menindaklanjuti,” tutup Rusding. **

  • Bagikan