Dalam refleksinya, Sirilus juga mengingatkan pentingnya konsistensi PMKRI dalam menghidupkan Tiga Benang Merah Perhimpunan, yakni intelektualitas, kristianitas, dan fraternitas.
Pada aspek intelektualitas, ia berharap forum MPA menghasilkan rekomendasi yang berbasis riset dan kajian ilmiah.
“Forum ini harus melahirkan pokok-pokok pikiran yang lahir dari penelitian dan kajian akademik, bukan sekadar retorika politik elektoral,” ujarnya.
Sementara itu, pada aspek kristianitas, Sirilus menilai nilai-nilai Ajaran Sosial Gereja (ASG), khususnya semangat Laudato Si’ mengenai ekologi integral, harus menjadi landasan moral dalam merespons eksploitasi sumber daya alam yang kerap mengatasnamakan pembangunan.
Adapun dalam aspek fraternitas, ia mengapresiasi PMKRI Cabang Ruteng yang dinilai berhasil menjadikan Ruteng sebagai rumah bersama bagi ratusan delegasi PMKRI dari seluruh Indonesia.
“Ruteng telah menjadi rumah besar yang mempertemukan kader-kader PMKRI dari Sabang sampai Merauke untuk berdialog, bertukar gagasan, dan memperkuat persaudaraan tanpa sekat wilayah,” katanya.
Sirilus turut memberikan apresiasi kepada PMKRI Cabang Ruteng atas keberhasilannya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Keuskupan Ruteng, Pemerintah Kabupaten Manggarai, hingga masyarakat.
Menurutnya, penyelenggaraan MPA tidak hanya menjadi forum organisasi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang diplomasi kebudayaan yang memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata berbasis komunitas di Manggarai kepada peserta dari seluruh Indonesia.
Di akhir refleksinya, Sirilus mengajak seluruh alumni PMKRI, khususnya yang tergabung dalam FORKOMA PMKRI Labuan Bajo dan berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur, untuk tidak berhenti pada euforia penyelenggaraan Kongres dan MPA semata.
“Momentum MPA ini menjadi alarm bagi para alumni untuk kembali kepada khitah perjuangan. Tugas kita adalah mengawal, mengamplifikasi, dan mengeksekusi rekomendasi strategis yang diputuskan oleh adik-adik kita di forum MPA dalam ruang-ruang publik tempat kita berkarya,” ujarnya.
Ia menutup refleksinya dengan menegaskan bahwa dari Ruteng, PMKRI tengah mengirimkan pesan penting kepada bangsa.
“Dari Ruteng, PMKRI sedang mengirimkan pesan kuat kepada negara bahwa Indonesia yang berdaulat hanya akan terwujud apabila keadilan sosial benar-benar hadir dan dirasakan oleh seluruh rakyat hingga ke pelosok negeri. Pro Ecclesia et Patria!” pungkas Sirilus Ladur. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









