KUPANG, NTTNEWS.NET – Sejumlah Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menekankan pentingnya untuk menghentikan Sistem Rekapitulasi Suara Pemilu (Sirekap) yang dijalankan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Mereka menyuarakan kekhawatiran terkait perubahan data yang dianggap tidak wajar dalam proses tersebut.
Calon anggota DPD RI, Ivan R Rondo, mempertanyakan kejanggalan terkait real count KPU, mencatat fluktuasi tabulasi data dan angka yang dialami oleh para calon.
“Tampilan front end tabulasi perolehan suara masing-masing calon DPD RI mengundang beberapa pertanyaan. Kami membutuhkan penjelasan resmi tentang apa yang terjadi dengan website Real Count KPU,” ujarnya, menegaskan dampak besar terhadap persepsi publik dan pendukung calon di lapangan.
Umbu Wulang, calon anggota DPD RI lainnya, menilai kekacauan data yang nyata dan mendesak KPU untuk menghapus seluruh data Sirekap.
“Kami adalah korban dari teknologi ini, dan fluktuasi data yang terjadi sangat mengganggu psikologi tim yang sedang bekerja di lapangan,” tegasnya.
Maksimus Ramses Lalongkoe, seorang mantan jurnalis dan calon anggota DPD RI, juga memberikan pernyataan serupa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









