Menurut Hans Rumat, pemerintah setempat seharusnya sigap melaporkan kejadian ini kepada pemerintah yang memiliki kewenangan. Namun, respon terhadap laporan masyarakat tidak kunjung datang.
Dengan tegas, Hans Rumat menyuarakan pertanyaan tentang keberlanjutan kepemimpinan yang tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kalau masyarakat cerdas, pemilu 2024 menjadi momen evaluasi untuk Pemimpin yang masa bodoh dan tidak perduli dengan masyarakat ” Ucapnya.
Penting untuk dicatat bahwa upaya Hans Rumat dalam membersihkan material longsor tidak bermotif politik.
“Hal itu saya lakukan murni karena peduli. Bahkan saya tidak menggunakan jabatan saya sebagai Anggota DPRD,” tegasnya.
Sebagai ungkapan terima kasih dari masyarakat, Martinus Madi, wakil tokoh masyarakat, mengapresiasi respons cepat Hans Rumat terhadap keluhan terkait kerusakan saluran irigasi.
Madi menyatakan bahwa masyarakat sebelumnya bingung dalam menyampaikan atau melaporkan masalah ini, namun Hans Rumat datang dengan alat berat sebagai solusi nyata atas keluhan tersebut.
“Kami masyarakat sudah melapor ke pemerintah setempat, tapi tidak ditanggapi. Padahal bencananya sudah berlangsung lama. Akibatnya pasokan air ke sawah di tiga desa berkurang, dan tidak bisa diolah. Terakhir kami bangun komunikasi dengan pa Hans Rumat, dan hari ini dia datang bawa dengan alat berat,” ungkap Madi. ** (IA)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









