Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Mengeluh, Kejari Turun Tangan! Proyek Air Bersih Ladur Rp2,2 Miliar Mulai Ditelusuri

Kontributor : Alfred Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
file 00000000272c720ba9843c6b2ad800a7
Polemik proyek penyediaan air bersih di Desa Ladur, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, yang menelan anggaran sekitar Rp2,2 miliar dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai, kini mendapat perhatian serius dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai. (foto : Dok. Isth).

“Prinsipnya, setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional. Jika nantinya ditemukan indikasi pelanggaran hukum, tentu akan diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan NTTNews.net, proyek penyediaan air minum bersih di Desa Ladur kembali menuai sorotan setelah muncul perbedaan keterangan antara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai, anggota DPRD Kabupaten Manggarai, dan masyarakat setempat.

Perbedaan informasi tersebut mencuat dalam wawancara yang dilakukan NTTNews.net di Kantor Dinas PUPR Kabupaten Manggarai pada Senin (8/6/2026). Masing-masing pihak menyampaikan keterangan yang berbeda terkait kondisi dan efektivitas proyek yang telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah tersebut.

Baca Juga :  Lima Bulan Berputar di BPN, Ahli Waris Ibrahim Hanta Tantang Nyali Kepala BPN Manggarai Barat

Masyarakat mengeluhkan bahwa manfaat proyek belum dirasakan secara maksimal, sementara muncul pula perbedaan klaim mengenai kapan terakhir kali aliran air dari sistem tersebut benar-benar berfungsi normal.

Situasi ini memicu pertanyaan publik terkait efektivitas penggunaan anggaran negara dalam proyek tersebut. Dengan adanya perhatian dari Kejaksaan Negeri Manggarai, masyarakat kini menanti langkah konkret untuk memastikan proyek yang dibiayai uang rakyat itu benar-benar memberikan manfaat sesuai tujuan awal pembangunan.

Baca Juga :  Proyek Air Bersih Rp3 Miliar di Desa Ladur Diduga Tak Berfungsi, Warga Masih Andalkan Air Kali

Penelusuran dan pendalaman yang akan dilakukan Kejaksaan diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus memberikan kepastian terhadap dugaan adanya potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek air bersih Desa Ladur. **

  • Bagikan