“Labuan Bajo adalah rumah kita bersama. Mari kita terus memperbaiki dan menata rumah ini agar menjadi kebanggaan bangsa. Jangan pernah bosan datang ke Labuan Bajo, karena inilah wajah masa depan pariwisata Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Munas ASTINDO 2025, Ignasius Suradin, menyampaikan bahwa kegiatan Munas kali ini dikemas dengan tiga agenda utama, yakni pelaksanaan sidang Munas, table top meeting, dan sesi kemitraan lintas pelaku usaha.
“Tanggal 28 Oktober 2025 ini kita full kegiatan. Ada tiga acara besar, pertama Munas ASTINDO, kedua table top yang mempertemukan pemilik usaha wisata dengan partner atau member dari seluruh Indonesia,” jelas Ignasius.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi, bukan sekadar persaingan antar pelaku usaha.
“Mudah-mudahan dengan dibukanya kegiatan ini, tidak ada lagi yang tersesat di jalan yang salah, tapi justru tersesat di jalan yang benar. Terutama bagi teman-teman yang belum menjalin kerja sama dengan anggota ASTINDO di NTT, ayo mulai berkolaborasi. Kita ini bukan untuk berkompetisi, tapi untuk berpartner,” tegasnya.
Ignasius juga mengungkapkan bahwa Munas kali ini dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah maskapai internasional seperti Vietnam Airlines, Turkish Airlines, dan Malaysia Airlines, yang tertarik menjajaki peluang kerja sama penerbangan langsung ke Labuan Bajo.
“Kami sudah mendapat konfirmasi dari beberapa maskapai asing. Walaupun jadwal mereka padat, tapi mereka menunjukkan komitmen untuk membuka peluang baru. Ini langkah maju untuk membuka konektivitas global,” ujarnya optimis.
Selain membahas peluang penerbangan, Ignasius juga menyoroti pentingnya pembenahan destinasi kuliner Kampung Ujung di Labuan Bajo agar sesuai dengan standar destinasi super prioritas.
“Kawasan kuliner Kampung Ujung mulai kurang ideal karena faktor kebersihan dan infrastruktur. Kami berharap ada relokasi atau revitalisasi agar sesuai dengan status Labuan Bajo sebagai destinasi super premium,” katanya.
Lebih jauh, ia berharap kegiatan Munas ini dapat membuka pintu bagi ekspansi usaha dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata NTT.
“Kami mohon dukungan dari pemerintah dan DPP ASTINDO agar ke depan ada program pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penguatan daya saing bagi pelaku pariwisata lokal. Harapan kami, pelaku usaha di Labuan Bajo bisa lebih agresif dan siap bersaing di pasar global,” tutur Ignasius.
Menutup sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Manggarai Barat, Ketua DPRD, dan semua pihak yang sudah membantu terselenggaranya kegiatan ini. Mohon maaf jika masih ada kekurangan dari panitia. Semoga kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih besar dan berkelanjutan,” pungkasnya. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









