Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pustu Hancur Diguncang Gempa, Bidan Endang Bersama Rekannya Tetap Layani Warga Sambil Bagikan Paket Sembako, Pemkab Matim Dimna?

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
65897020 9c87 11f1 a8fa a34494f8ef8c
Di tengah puing-puing Pustu Bea Waek yang hancur akibat gempa bumi magnitudo 7,7, Bidan Maria Avila Goredy atau yang akrab disapa Endang tidak memilih pergi. Dengan tubuh yang masih menyimpan luka dan trauma, ia tetap turun bersama rekannya memberikan pelayanan kesehatan kepada warga sekaligus membagikan paket sembako bagi masyarakat terdampak. (foto : Dok. Isth).

BORONG, NTTNEWS.NET – Di tengah puing-puing Pustu Bea Waek yang hancur akibat gempa bumi magnitudo 7,7, Bidan Maria Avila Goredy atau yang akrab disapa Endang tidak memilih pergi. Dengan tubuh yang masih menyimpan luka dan trauma, ia tetap turun memberikan pelayanan kesehatan kepada warga sekaligus membagikan paket sembako bagi masyarakat terdampak.

Paket sembako berupa beras, telur, susu, popok bayi dan sabun mandi dibagikan terutama kepada balita dan ibu hamil yang terdampak gempa.

Kisah Endang menjadi salah satu potret perjuangan masyarakat Flores pascagempa. Ketika bangunan pelayanan kesehatan runtuh, pelayanan kepada warga justru berusaha tetap berjalan.

Baca Juga :  Gerindra Peduli Bencana Flores, Fidelis Sukur Salurkan Sembako untuk Korban Gempa di Desa Robo

“Di tengah pelayanan kesehatan hari ini, kami juga membagikan sedikit rezeki dari orang-orang yang sudah mau berbagi kepada warga terdampak. Terima kasih banyak kepada semua yang sudah membantu. Semoga diberikan kesehatan dan rezeki oleh Yang Kuasa,” ujar Endang, Kamis (20/8/2026).

Bantuan tersebut berasal dari sejumlah pihak yang menunjukkan kepedulian terhadap korban gempa, di antaranya Toko Bangunan Sinar Kasih Ruteng, NTT in Melbourne dan Ikatan Alumni Corjesu NTT.

016c5170 9c87 11f1 a8fa a34494f8ef8c
Di tengah puing-puing Pustu Bea Waek yang hancur akibat gempa bumi magnitudo 7,7, Bidan Maria Avila Goredy atau yang akrab disapa Endang tidak memilih pergi. Dengan tubuh yang masih menyimpan luka dan trauma, ia tetap turun bersama rekannya memberikan pelayanan kesehatan kepada warga sekaligus membagikan paket sembako bagi masyarakat terdampak. (foto : Dok. Isth).

Sementara itu, tenaga kesehatan dari Puskesmas Mano tetap turun ke desa dan titik-titik pelayanan untuk memastikan warga terdampak memperoleh layanan kesehatan.

Baca Juga :  Di Balik Puing Pustu Bea Waek, Bidan yang Terluka Tetap Bertahan Melayani Warga Korban Gempa

Pada hari yang sama, seorang anak berusia 11 tahun mendapatkan perawatan setelah mengalami luka akibat gempa susulan sekitar pukul 10.47 WITA. Selain menangani korban luka, petugas juga memberikan pelayanan bagi warga yang mengalami keluhan batuk, pilek dan demam.

Di tengah kondisi darurat tersebut, Endang dan rekan-rekannya tidak hanya membawa obat-obatan dan peralatan medis. Mereka juga membawa bantuan kebutuhan dasar untuk warga yang membutuhkan.

  • Bagikan