Ia juga menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari riset yang dilaksanakan di beberapa wilayah Indonesia.
“Untuk wilayah penelitian, kami mengambil data dari Provinsi Jambi, Universitas Negeri Malang, dan Labuan Bajo. Kami berharap data dari ketiga lokasi ini dapat memberikan gambaran yang representatif dalam pengembangan model pembelajaran berbasis AI yang sedang kami rancang,” jelasnya.
SALUT Labuan Bajo Dukung Inovasi Pendidikan Berbasis AI
Kepala SALUT Labuan Bajo, Suryadin, S.Sos., menyambut baik kehadiran tim peneliti dari Universitas Terbuka Pusat.
Menurutnya, penelitian tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa UT di Manggarai Barat untuk ikut terlibat dalam pengembangan inovasi pendidikan nasional.
“Kami merasa bangga karena SALUT Labuan Bajo dipercaya menjadi salah satu lokasi penelitian Universitas Terbuka Pusat. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa di daerah juga memiliki kontribusi penting dalam pengembangan kebijakan dan inovasi pembelajaran di tingkat nasional,” ujar Suryadin.
Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat melahirkan sistem pembelajaran yang semakin memudahkan mahasiswa dalam mengakses layanan pendidikan berkualitas.
“Teknologi harus menjadi jembatan untuk memperluas akses pendidikan. Kehadiran AI harus dimanfaatkan secara positif untuk meningkatkan kualitas belajar mahasiswa, bukan menggantikan proses berpikir mereka,” tegasnya.
Mahasiswa Rasakan Manfaat AI dalam Perkuliahan
Salah satu mahasiswa yang menjadi responden penelitian, Fery Adu, mengaku penggunaan AI sangat membantu dirinya dalam memahami materi kuliah dan menyelesaikan tugas akademik.
“AI sangat membantu kami sebagai mahasiswa, terutama ketika mencari referensi, memahami materi yang sulit, dan menyusun tugas kuliah. Namun tentu penggunaannya harus tetap bijak dan tidak boleh membuat mahasiswa menjadi malas berpikir,” kata Fery.
Sementara itu, Sirilus Ladur menilai kehadiran platform AI yang dikembangkan langsung oleh Universitas Terbuka akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan penggunaan aplikasi umum yang tersedia saat ini.
“Kalau nanti Universitas Terbuka memiliki platform AI sendiri, tentu akan lebih sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Informasi yang diberikan juga lebih relevan dengan materi perkuliahan dan sistem pembelajaran yang diterapkan di UT,” ujar Sirilus.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya mahasiswa yang berada di daerah.
“Kami berharap hasil penelitian ini benar-benar bisa diwujudkan menjadi sebuah platform yang membantu mahasiswa belajar lebih efektif, cepat, dan tetap menjaga kualitas akademik,” tambahnya.
Melalui penelitian tersebut, Universitas Terbuka menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan transformasi pendidikan digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Hasil riset yang tengah dikembangkan diharapkan mampu menjadi fondasi lahirnya sistem pembelajaran berbasis AI yang dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk di wilayah timur seperti Labuan Bajo. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









