Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Peneliti UT Pusat Lakukan Riset Pemanfaatan AI di SALUT Labuan Bajo

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260625 172559
Peneliti UT Pusat Lakukan Riset Pemanfaatan AI di SALUT Labuan Bajo. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Universitas Terbuka (UT) Pusat terus berupaya mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital guna menjawab tantangan pendidikan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penelitian tentang pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran mahasiswa yang dilaksanakan di Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Labuan Bajo, Kamis (25/6/2026).

Penelitian tersebut dipimpin langsung oleh Dr. Ikhsan, S.Pd., M.M., dosen Program Studi PGSD FKIP Universitas Terbuka Pusat yang berkedudukan di Pondok Cabe Udik, Tangerang Selatan, Banten.

Kegiatan berlangsung di Sekretariat SALUT Labuan Bajo dan melibatkan sejumlah mahasiswa sebagai responden penelitian.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SALUT Labuan Bajo Suryadin, S.Sos., serta lima mahasiswa UT yang menjadi informan penelitian, di antaranya Sirilus Ladur, Fery Adu, Alfonsius Andi, dan dua mahasiswa lainnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Ikhsan menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan menggali perspektif mahasiswa terhadap penggunaan teknologi AI dalam menunjang aktivitas akademik dan proses belajar mereka sehari-hari.

“Tujuan kami datang langsung menemui mahasiswa adalah untuk memperoleh informasi yang valid terkait bagaimana perspektif mereka terhadap penggunaan Artificial Intelligence, manfaat yang dirasakan, tingkat kemudahan penggunaannya, serta sejauh mana AI membantu mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan maupun aktivitas akademik lainnya,” jelas Dr. Ikhsan.

Baca Juga :  IPSI Manggarai Barat Lepas Kontingen Kejurda NTT 2026, Targetkan Prestasi Terbaik di Ruteng

Menurutnya, hasil penelitian tersebut akan menjadi dasar dalam pengembangan Learning Management System (LMS) berbasis AI yang dirancang khusus sesuai kebutuhan mahasiswa dan dosen Universitas Terbuka.

“Kami sedang merancang LMS yang terintegrasi penuh dengan teknologi AI. Sistem ini nantinya tidak hanya menjadi platform pembelajaran biasa, tetapi mampu memberikan layanan yang lebih adaptif sesuai kebutuhan mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya bergantung pada aplikasi AI umum yang tersedia saat ini, tetapi memiliki platform yang dirancang secara khusus untuk mendukung proses pembelajaran di Universitas Terbuka,” katanya.

Dr. Ikhsan menjelaskan, apabila penelitian tersebut berhasil menghasilkan produk yang sesuai kebutuhan pengguna, maka hasilnya akan direkomendasikan kepada Universitas Terbuka sebagai bagian dari penguatan layanan akademik.

“Platform ini nantinya akan melengkapi berbagai layanan yang sudah ada seperti tutorial online, bimbingan tugas akhir, skripsi, dan berbagai layanan akademik lainnya. Kami ingin memastikan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, kemampuan problem solving mahasiswa, dan mendorong lahirnya berbagai inovasi baru di dunia pendidikan,” ujarnya.

Labuan Bajo Dinilai Strategis untuk Pengembangan Pendidikan Digital

Dr. Ikhsan mengungkapkan bahwa Labuan Bajo dipilih sebagai salah satu lokasi penelitian karena memiliki posisi strategis sebagai destinasi super prioritas nasional yang terus berkembang.

Baca Juga :  Konferensi Kerja I PGRI Manggarai Barat 2026 Resmi Dibuka Kadis Pendidikan

“Labuan Bajo saat ini merupakan salah satu pusat pertumbuhan nasional, terutama di sektor pariwisata. Masyarakatnya sangat terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak wisatawan mancanegara datang ke sini dan ke depan tentu kebutuhan terhadap pendidikan yang berkualitas juga akan semakin tinggi,” tuturnya.

Ia menilai perkembangan infrastruktur di Labuan Bajo menjadi modal besar untuk pengembangan pendidikan berbasis teknologi.

“Kita sudah memiliki bandara internasional, fasilitas pendukung yang terus berkembang, dan perhatian besar dari pemerintah pusat. Karena itu pendidikan juga harus bergerak maju. Pembelajaran berbasis Artificial Intelligence dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan pendidikan masa depan yang lebih berkualitas,” katanya.

Lebih lanjut, Dr. Ikhsan berharap Labuan Bajo dapat berkembang menjadi salah satu pusat riset e-learning dan teknologi pendidikan di Indonesia Timur.

“Kami memiliki cita-cita agar Labuan Bajo dapat menjadi salah satu pusat riset e-learning, baik untuk pendidikan dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. Tentunya ini membutuhkan dukungan dari Universitas Terbuka, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan berbagai pihak lainnya agar pengembangan layanan pendidikan berbasis teknologi dapat berjalan optimal,” ungkapnya.

  • Bagikan