LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Kementerian Kehutanan Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada 12 personel kepolisian yang tergabung dalam tim operasi pengamanan kawasan hutan Taman Nasional (TN) Komodo dan wilayah sekitarnya.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Aparat Penegak Hukum yang berlangsung di Hotel Crown Plaza, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Kamis (24/6/2026) hingga Sabtu (27/6/2026).
Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi, loyalitas, dan komitmen para personel dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi TN Komodo, sekaligus mendukung upaya penegakan hukum terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengancam ekosistem dan habitat satwa endemik komodo.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Baharkam Polri, Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., bersama Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Suharyono, S.H., M.Si., M.Hum.
Dalam sambutannya, Irjen Pol. Mardiyono menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras para personel yang selama ini berada di garda terdepan dalam menjaga keamanan kawasan konservasi yang menjadi salah satu ikon pariwisata dunia.
“Keberhasilan tim ini patut diapresiasi karena mampu menjalankan tugas dengan profesional, humanis, dan tetap mengedepankan koordinasi dengan masyarakat sekitar, terutama di kawasan penyangga NTT ini. Mereka telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga kawasan konservasi yang memiliki nilai strategis bagi Indonesia maupun dunia,” ujar Irjen Pol. Mardiyono.
Menurutnya, pemilihan Labuan Bajo sebagai lokasi pelaksanaan bimtek dan penyerahan penghargaan bukan tanpa alasan. Kawasan TN Komodo merupakan bagian dari destinasi pariwisata super prioritas nasional yang membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum.
“Taman Nasional Komodo bukan hanya kebanggaan masyarakat NTT, tetapi juga aset bangsa yang dikenal dunia internasional. Karena itu, pengamanan kawasan ini membutuhkan sinergi yang kuat antara aparat kepolisian, pemerintah, petugas kehutanan, dan masyarakat,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









