Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

IPSI Manggarai Barat Lepas Kontingen Kejurda NTT 2026, Targetkan Prestasi Terbaik di Ruteng

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260624 WA0150
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua IPSI Manggarai Barat, Marianus Yono Jehanu, Saat Pelepas Kontingen Kejurda NTT 2026. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Manggarai Barat secara resmi melepas kontingen pencak silat yang akan berlaga pada Open Turnamen Kejuaraan Daerah (Kejurda) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026.

Acara pelepasan berlangsung di Labuan Bajo, Rabu (24/6/2026), dengan penuh semangat dan optimisme untuk meraih prestasi terbaik di tingkat provinsi.

Kejuaraan yang akan berlangsung di Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada 25 hingga 30 Juni 2026 itu menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan para pesilat terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di NTT.

Kontingen IPSI Manggarai Barat yang diberangkatkan berjumlah 10 orang, terdiri dari delapan atlet dan dua official tim.

Para atlet akan bertanding pada kategori remaja dan dewasa dengan target membawa pulang medali sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Manggarai Barat di kancah olahraga pencak silat NTT.

Baca Juga :  Diantar 400 Massa, Jumaidin Resmi Daftar Calon Kepala Desa Siru: Usung Transparansi dan Kesejahteraan Masyarakat

Dalam arahannya saat pelepasan kontingen, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua IPSI Manggarai Barat, Marianus Yono Jehanu, menegaskan bahwa pencak silat bukan hanya sekadar cabang olahraga bela diri, melainkan juga warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Pencak silat bukan hanya tentang pertandingan dan prestasi, tetapi juga merupakan seni budaya yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Karena itu saya sangat mengapresiasi seluruh keluarga besar IPSI Manggarai Barat yang terus berkomitmen melestarikan pencak silat di daerah ini,” ujar Yono.

Menghadapi persaingan yang diperkirakan berlangsung ketat, Yono mengingatkan para atlet agar mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari segi fisik maupun mental.

Baca Juga :  Pesan Keras Bupati Edi kepada 39 Kepala Sekolah Baru: Jaga Amanah atau Tinggalkan Jabatan

Menurutnya, keberhasilan dalam pertandingan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik dan kondisi tubuh, tetapi juga kekuatan mental saat menghadapi tekanan di arena.

“Boleh fisik bagus, tapi kalau mental lemah, akan sia-sia. Dua-duanya harus seimbang. Atlet yang hebat adalah atlet yang mampu menjaga mental dan fisiknya tetap kuat saat bertanding,” tegasnya.

Yono juga mengingatkan para atlet untuk tetap fokus selama mengikuti kejuaraan dan mengesampingkan berbagai persoalan pribadi yang dapat mengganggu konsentrasi.

Ia berharap seluruh atlet mampu menjaga disiplin, semangat juang, serta menjunjung tinggi sportivitas selama berada di arena pertandingan.

Selain itu, terkait kebutuhan selama mengikuti kejuaraan, Yono meminta para atlet dan pelatih tidak perlu khawatir.

  • Bagikan