KUPANG, NTTNEWS.NET – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Jumat, 2 Mei 2025, Yosualdi Devitsain Hindut yang kerap disapa Aldi Hindut, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merenungkan kembali esensi dan peran vital pendidikan dalam kehidupan.
Menurut Aldi, peringatan Hardiknas seharusnya tidak hanya menjadi ajang seremonial atau selebrasi atas capaian yang telah diraih dalam dunia pendidikan.
Lebih dari itu, momen ini harus dijadikan refleksi kolektif atas tantangan nyata yang masih menghambat terciptanya pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas di Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang masih tertinggal.
“Pendidikan bukan semata-mata proses belajar mengajar di ruang kelas. Ia dimulai dari rumah, dari lingkungan terdekat kita. Orang tua, guru, dan masyarakat, semuanya memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi dinamika global yang semakin kompleks,” ujar Aldi.
Mengutip tokoh dunia Nelson Mandela, Aldi menegaskan bahwa, “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa digunakan untuk mengubah dunia.”
Menurutnya, perubahan besar dalam masyarakat maupun bangsa bermula dari komitmen terhadap pendidikan yang bermutu. Namun, perubahan itu tidak instan; ia memerlukan upaya nyata, konsistensi, dan kolaborasi semua pihak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









