Saat ini, pendapatan dari parkir di Batu Cermin hanya sekitar Rp5-6 juta per bulan, sementara tiket masuk masih dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat.
Elisabet berharap ada kebijakan yang memungkinkan Perumda Bidadari mengelola langsung pendapatan dari tiket masuk, sehingga keuangan perusahaan bisa lebih sehat.
Sebagai informasi, total penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat kepada Perumda Bidadari hingga Desember 2024 sebesar Rp5.034.837.120, yang disalurkan dalam enam tahap:
1. Tahap 1: Rp1.399.589.287 (4 Mei 2021)
2. Tahap 2: Rp1.600.000.000 (27 Desember 2021)
3. Tahap 3: Rp1.000.410.713 (30 Desember 2021)
4. Tahap 4: Rp500.000.000 (3 April 2023)
5. Tahap 5: Rp250.000.000 (8 September 2023)
6. Tahap 6: Rp284.837.120 (20 November 2023)
Dengan berbagai strategi yang telah disiapkan, Perumda Bidadari optimis dapat meningkatkan pemasukan dan menjadikan Batu Cermin sebagai destinasi unggulan di Labuan Bajo.
“Kami ingin membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, Batu Cermin bisa menjadi daya tarik wisata yang luar biasa,” pungkas Elisabet. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









