Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Polres Mabar Gelar Konpers Ungkap Penyebab Kematian Sustiana Melci Elda

  • Bagikan
IMG 20241024 WA0093
Polres Mabar Gelar Konpers Ungkap Penyebab Kematian Sustiana Melci Elda. (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Kepolisian Resort Manggarai Barat telah mengungkap penyebab kematian Sustiana Melci Elda (22) yang terjadi di Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat pada 3 Oktober 2024.

Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, melalui Wakapolres Kompol Roberth M. Bolle.

Menurut hasil autopsi yang dilakukan oleh Tim Forensik Bidang Kedokteran dan Kepolisian Polda NTT pada 15 Oktober 2024, kematian Sustiana disebabkan oleh tertutupnya saluran pernapasan yang mengakibatkan mati lemas.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Nagekeo Raih Tiga Penghargaan dari KPPN Ende

“Hasil autopsi menunjukkan bahwa penyebab kematian korban adalah tertutupnya saluran pernapasan hingga mati lemas,” ungkap Roberth.

Selain itu, hasil visum et repertum dari RSUD Komodo pada 4 Oktober 2024 menunjukkan adanya luka-luka pada beberapa bagian tubuh korban, termasuk leher, dada, perut, punggung belakang, tangan kiri, dan tungkai kiri, yang diduga akibat kekerasan benda tumpul.

Kompol Roberth juga menjelaskan bahwa korban dan tersangka, EU (24), merupakan pasangan suami istri yang belum menikah secara sah dan memiliki seorang anak berusia tiga tahun.

Baca Juga :  Tim Kuasa Hukum Muhamad Saing Sampaikan Hak Jawab, Bantah Tuduhan Penipuan dan Klaim Ada Dugaan Kebocoran Informasi Putusan MA
IMG 20241024 145900
Polres Mabar Gelar Konpers Ungkap Penyebab Kematian Sustiana Melci Elda. (foto : isth).

Terkait peristiwa ini, tersangka EU dikenakan Pasal 351 ayat (3) KUHP, yang mengatur tentang penganiayaan, dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun.

“Berdasarkan alat bukti yang ada, termasuk keterangan saksi dan barang bukti, tersangka EU dijerat dengan pasal yang relevan,” lanjut Roberth.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi D. Aditya, menambahkan bahwa penyebab kematian korban adalah cekikan yang menyebabkan saluran napas terhambat.

  • Bagikan