Dari Polda Bali, bantuan yang tersedia antara lain terpal ukuran 3×4 meter, air mineral, selimut, popok Mamy Poko, biskuit Roma Kelapa, tisu Laris, kasur lipat, kasur lantai, sarung, serta berbagai jenis sembako.
Sementara bantuan dari Polda Metro Jaya berupa mi instan Ekomie dan mi instan Indomie. Seluruh bantuan tersebut kemudian didistribusikan secara bertahap kepada wilayah-wilayah yang masyarakatnya terdampak gempa.
Untuk bantuan bagi warga Desa Wae Jare, penyerahan dilakukan di Kantor Desa Wae Jare dan diterima oleh Sekretaris Desa. Selanjutnya, pihak desa akan melakukan pendistribusian bantuan kepada masyarakat penerima manfaat.
Namun, proses pendistribusian dari kantor desa kepada warga masih menunggu kendaraan dari pihak Desa Wae Jare. Kondisi tersebut disebabkan oleh jumlah bantuan yang cukup banyak serta kondisi akses jalan yang tidak memungkinkan seluruh barang diangkut menggunakan sepeda motor.
“Untuk pendistribusian ke masyarakat, pihak desa masih menunggu kendaraan karena jumlah barang cukup banyak dan akses menuju lokasi juga menjadi pertimbangan. Dengan kendaraan, bantuan akan lebih mudah dibawa dan disalurkan kepada 15 kepala keluarga yang telah menjadi sasaran penerima,” jelas Kompol Martinus.
Pihak kepolisian memastikan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan memperhatikan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat. Koordinasi dengan pemerintah desa juga terus dilakukan agar bantuan yang telah diterima dapat segera sampai kepada warga yang membutuhkan.
Di tengah kondisi pascabencana yang masih dirasakan masyarakat, bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan. Kehadiran aparat di tengah warga juga diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak gempa.
Polri bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya terus didorong untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat terdampak hingga ke wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
Selama kegiatan penyaluran bantuan berlangsung, situasi di wilayah Desa Wae Jare terpantau aman dan terkendali. Personel kepolisian juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.
Bagi warga yang terdampak bencana, bantuan sekecil apa pun memiliki arti besar. Di tengah ketidakpastian dan kekhawatiran pascagempa, perhatian serta kepedulian dari berbagai pihak menjadi kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit dan kembali menata kehidupan mereka. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









