Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Salam Saputangan dan Politik Kesetaraan ala Marten Mitar

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260117 132034
Martinus Mitar, Anggota DPRD Fraksi NasDem Kabupaten Manggarai Barat. (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Di Manggarai Barat, politik tidak selalu dimaknai sebagai perebutan kursi dan kekuasaan. Bagi Marten Mitar, politik adalah jalan pengabdian. Sebuah perjalanan panjang yang ia tapaki sejak menjadi anak kampung di Kempo hingga kini kembali dipercaya duduk sebagai anggota DPRD Manggarai Barat.

Marten bukan lahir dari keluarga elite, bukan pula tumbuh dalam lingkar kekuasaan. Ia besar seperti kebanyakan anak kampung lainnya, akrab dengan keterbatasan, ditempa oleh kerja keras, dan dibesarkan oleh nilai kebersamaan yang kuat. Dari tanah Kempo itulah watak kepemimpinannya terbentuk: sederhana, teguh, dan berpihak pada orang kecil.

Perjalanan Marten Mitar menuju dunia politik tidaklah instan. Ia memulai langkahnya dari ruang paling dasar dalam struktur pemerintahan, yakni desa. Saat menjabat sebagai Kepala Desa Golo Bilas, Marten berhadapan langsung dengan persoalan nyata masyarakat: akses jalan yang terbatas, pelayanan dasar yang belum optimal, serta kebutuhan pendidikan dan kesehatan yang masih tertinggal.

Di desa, Marten tidak memimpin dari balik meja. Ia turun langsung ke lapangan, berdiskusi dengan warga, mendengar keluhan petani, nelayan, serta kaum muda. Pengalaman inilah yang kemudian menjadi fondasi kuat dalam pandangan politiknya bahwa kebijakan harus lahir dari realitas lapangan, bukan sekadar angka dan dokumen.

Baca Juga :  Sewargading Ingatkan Pentingnya Profesionalisme Pers di Labuan Bajo pada HPN 2026

Sebelum terjun penuh ke dunia politik praktis, Marten juga menempuh pendidikan tinggi di Kota Kupang. Di kota ini, cakrawala berpikirnya semakin terbuka. Ia tidak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga menyerap dinamika sosial, politik, dan kebudayaan yang memperkaya cara pandangnya tentang pembangunan daerah.

Tak banyak yang tahu, perjalanan politik Marten Mitar penuh lika-liku. Ia pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPRD dari Partai Golkar, namun harus menerima kenyataan pahit gagal terpilih. Bagi sebagian orang, kegagalan itu cukup untuk menghentikan langkah. Namun tidak bagi Marten.

Ia memilih bertahan, belajar, dan memperbaiki diri. Ia kembali ke masyarakat, memperkuat basis sosial, dan terus bekerja tanpa sorotan. Kesetiaannya pada kerja nyata akhirnya menemukan jalannya ketika ia bergabung dengan Partai NasDem. Usaha itu pun berbuah manis.

Baca Juga :  HPN 2026, Kepala Dinas Cipta Karya Tekankan Peran Pers Kawal Pembangunan di Manggarai Barat

Marten Mitar terpilih sebagai anggota DPRD Manggarai Barat periode 2019–2024 dan dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRD Manggarai Barat. Sebuah posisi strategis yang menandai kepercayaan politik, tidak hanya dari rakyat, tetapi juga dari sesama anggota dewan.

Pada Pemilu Legislatif 2024, Marten kembali meraih mandat rakyat. Ia terpilih sebagai anggota DPRD Manggarai Barat periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Boleng, Komodo, Mbeliling, dan Sano Nggoang, wilayah dengan tantangan geografis dan sosial yang tidak sederhana.

Di tengah citra politisi yang kerap berjarak dengan rakyat, Marten Mitar justru dikenal sebagai sosok yang membaur. Ia kerap ditemui dalam acara adat, duduk bersama masyarakat tanpa sekat, dan mendengar aspirasi secara langsung. Fokus perjuangannya jelas: pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

  • Bagikan