Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Salam Saputangan dan Politik Kesetaraan ala Marten Mitar

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260117 132034
Martinus Mitar, Anggota DPRD Fraksi NasDem Kabupaten Manggarai Barat. (foto : isth).

Ia menyadari, tanpa jalan yang layak anak-anak akan kesulitan bersekolah; tanpa pendidikan yang baik daerah sulit maju; dan tanpa layanan kesehatan yang memadai, kesejahteraan hanya akan menjadi slogan.

Tak hanya itu, Marten juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya Manggarai. Ia aktif terlibat dalam kegiatan adat dan terus mendorong generasi muda agar mencintai jati diri mereka. Dalam setiap orasi politiknya, Marten selalu menyapa masyarakat dengan kalimat khas, “Salam Saputangan.”

Saputangan, baginya, bukan sekadar simbol basa-basi. Ia melambangkan kesetaraan, kehangatan, dan penghormatan bahwa pemimpin dan rakyat berdiri sejajar dalam semangat kebersamaan.

“Budaya adalah identitas kita. Kalau budaya hilang, kita kehilangan arah. Mari jaga dan lestarikan bersama,” pesan yang kerap ia sampaikan kepada generasi muda Manggarai Barat.

Baca Juga :  Geger! Kades di Labuan Bajo Diduga Digerebek Bersama Istri Stafnya di Kamar Kos, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Di mata masyarakat, Marten Mitar dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan mudah dijangkau. Ia tidak sungkan membantu warga yang datang dengan persoalan pribadi, mulai dari urusan administrasi hingga masalah sosial. Bagi Marten, jabatan adalah amanah, bukan privilese.

Ketika ditanya soal masa depan politiknya, Marten menjawab dengan tenang dan realistis.

“Saya masih fokus menjalankan tugas sebagai anggota DPRD. Soal ke depan, itu tergantung kepercayaan masyarakat. Apakah itu berarti menjadi calon Bupati Manggarai Barat pada 2030? Kita lihat saja nanti. Yang penting sekarang, kerja nyata dulu untuk rakyat,” ujarnya.

Jawaban itu mencerminkan karakternya: tidak tergesa mengejar ambisi, tetapi konsisten membangun kepercayaan.

Baca Juga :  Suami Laporkan Dugaan Perzinaan, Kades Macang Tanggar Dan Bidan Puskesmas Benteng Terseret, Polisi Mulai Periksa Pelapor

Kisah Marten Mitar menjadi cermin bahwa politik tidak selalu identik dengan jarak dan janji kosong. Dari anak kampung di Kempo hingga menjadi wakil rakyat, ia membuktikan bahwa ketekunan, keberanian bangkit dari kegagalan, serta kedekatan dengan masyarakat adalah modal utama kepemimpinan.

Di Manggarai Barat, nama Marten Mitar bukan sekadar tercatat dalam daftar anggota DPRD. Ia hidup dalam ingatan kolektif masyarakat sebagai sosok yang hadir, mendengar, dan bekerja. Dan bagi banyak orang, perjalanan pengabdian Marten masih panjang. Waktu kelak yang akan menjawab sejauh mana pengabdian itu terus berlanjut. **

  • Bagikan