Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Siloam Hospitals Labuan Bajo Gelar Diskusi Publik Terkait Mitos dan Fakta Penyakit Jantung

  • Bagikan
Manajemen Siloam Hospitals Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur mengadakan diskusi interaktif seputar Mitos dan Fakta akan Penyakit Jantung. Diskusi tersebut diadakan guna meluruskan sejumlah informasi terkait penyakit jantung yang beredar di Labuan Bajo.
Dokter Giovanni Gerry Tampi Sp.JP., FIHA., AIFO-K, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospital Labuan Bajo. (foto : isth).

Apabila semakin cepat aliran darah normal yang terbentuk lagi, maka semakin sedikit kerusakan yang terjadi pada jantung. Untuk mengurangi kerusakan tersebut maka sangat perlu untuk membawa ke rumah sakit secepat mungkin. Tindakan yang sangat tepat untuk menangani seseorang terkena serangan jantung adalah ketika 60 menit pertama setelah serangan jantung. Taruhannya nyawa seseorang berada pada masa golden hour tersebut.

IMG 20240308 WA0032
Siloam Hospitals Labuan Bajo Gelar Diskusi Publik Terkait Mitos dan Fakta Penyakit Jantung. (foto : isth).

Penyakit Jantung Dan Gerd, Terlihat Sama Namun Berbeda

Di sesi kedua diskusi, dr. Giovanni Gerry turut menjelaskan secara khusus bagaimana deteksi dini penyakit jantung koroner, yaitu melakukan konsultasi dengan dokter spesialis jantung, kemudian akan dilakukan serangkaian pemeriksaan seperti rekam jantung (EKG), tes treadmill, atau berbagai pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.

Dijelaskan pula akan perbedaan serangan jantung dengan gagal jantung. Dapat dipahami dengan pemahaman awam bahwa serangan jantung biasanya ditandai nyeri dada sebelah kiri yang terasa berat dan menekan, nyeri yang dapat menyebar ke leher atau lengan sebelah kiri, dan dapat berlangsung lebih dari 20 menit. Sedangkan gagal jantung adalah kumpulan gejala seperti : sesak napas yang memberat saat beraktifitas, ada pembengkakan pada kaki dan biasanya kesulitan tidur dengan posisi terlentang.

Baca Juga :  Tolak Kuota 1.000 Wisatawan ke TNK, Ketua AWSTAR Peringatkan Anggota

“Pada kesempatan ini, kita harus pahami gagal jantung dapat berawal dari serangan jantung yang tidak tertangani dengan baik dan benar. Penyakit jantung koroner dapat dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan rendah lemak, hindari rokok, serta olahraga teratur”, tutur dr. Giovanni Gerry Tampi Sp.JP., FIHA., AIFO-K.

Adapun perlu diketahui perbedaan nyeri dada akibat keluhan jantung atau penyakit GERD/maag, karena tidak semua nyeri dada adalah akibat jantung. Penyakit seperti GERD, penyakit paru, atau gangguan otot dapat pula menimbulkan keluhan nyeri dada yang serupa dengan penyakit jantung. Oleh karena itu, pemeriksaan EKG perlu dilakukan.

Baca Juga :  ASN Manggarai Jalani Pemeriksaan di Polres Manggarai Barat, Bupati Nabit Sampaikan Hal Ini! 

Di sesi akhir edukasi, dijelaskan pula korelasi hubungan konsumsi kopi dengan penyakit jantung. Walaupun terdapat pro dan kontra, namun terdapat penelitian tentang konsumsi kopi (natural) hitam tanpa susu, creamer,gula pada populasi manusia sehat justru bermanfaat terhadap kesehatan jantung.

“Namun sebaiknya dapat dibatasi 1-2 gelas/ hari. Untuk aktivitas olahraga sebaiknya tetap dilakukan oleh pasien dengan penyakit jantung namun dengan konsultasi dokter terlebih dahulu untuk jenis dan porsi latihan yang aman”, pungkas dr. Giovanni Gerry Tampi, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals Labuan Bajo, dengan jadwal praktek yang dapat ditemukan di aplikasi MySiloam. **

  • Bagikan