Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Surat Cinta dari Anak Petani Untuk Bawaslu Nusa Tenggara Timur

  • Bagikan
Dalam perjalanan hidupnya, seorang anak petani mengalami transformasi yang menggetarkan hati, dari tangisan karena cinta akan demokrasi yang terinjak-injak, hingga menjadi seorang pemuda yang berani mengangkat tangan melawan mereka yang mencoba menodai demokrasi yang dicintainya.
Forum Peduli Demokerasi Kabupaten Manggarai Barat, Saat Melakukan Audiens di Kantor Bawaslu Kabupaten Barat. (foto : isth).

Permintaan agar Bawaslu tidak seperti kursi kayu yang mudah direbahkan oleh hembusan angin politik menyoroti keinginan mereka untuk melihat keadilan berlaku.

Dalam menyikapi pelanggaran yang terjadi, Pemuda Peduli Demokrasi memberikan sorotan terhadap respons Bawaslu Manggarai Barat yang dianggap tidak profesional dan lucu.

Mereka meminta agar Bawaslu NTT melakukan investigasi menyeluruh dan memberikan sanksi tegas terhadap dugaan pelanggaran kampanye, serta memberikan perhatian serius terhadap kinerja Bawaslu Manggarai Barat.

Baca Juga :  SP3 Kasus Nggoer Disorot, Dr. Kanisius Uji Dasar Hukum Penghentian Perkara Sakarudin dan Hasanudin

Pemuda Peduli Demokrasi menekankan bahwa Bawaslu NTT harus bersikap tegas dan adil, tidak memandang latar belakang politik atau kekuatan finansial pelaku pelanggaran.

Mereka mengingatkan bahwa ini bukan saatnya untuk melakukan tebak-tebakan atau diskriminasi partisan, melainkan saatnya untuk menunjukkan bahwa keadilan adalah panglima tertinggi dalam pertempuran melawan pelanggaran demokrasi.

Baca Juga :  LC Karawang Meninggal di THM Labuan Bajo, Penyebabnya Masih Misterius 

Dengan penuh hormat, mereka mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras Bawaslu NTT dalam menjaga integritas proses demokrasi.

Pemuda Peduli Demokrasi yakin bahwa dengan sikap tegas dan adil, Bawaslu NTT akan tetap menjadi penjaga kebenaran dan keadilan dalam bingkai demokrasi yang kita cintai. **

  • Bagikan