Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tangis di Antara Puing-Puing Gempa: 55 Nyawa Melayang, Manggarai Timur Masih Berduka

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260817 WA0436
Manggarai Timur menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah akibat gempa tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga pukul 15.00 WITA, tercatat 187 orang menjadi korban, terdiri atas 55 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka. (foto : Dok. Isth).

Operasi SAR memasuki hari ketiga dengan pengerahan personel ke sejumlah kabupaten yang terdampak gempa. Basarnas mengerahkan 119 personel yang disebar berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Sebanyak 11 personel ditempatkan di Kabupaten Nagekeo, lima personel di Kabupaten Ende, 12 personel di Kabupaten Manggarai Timur, serta 14 personel dari tim pusat yang turut memperkuat operasi.

Kemudian, 21 personel ditempatkan di Kabupaten Sikka, sembilan personel di Kabupaten Manggarai Barat dengan tambahan 23 personel dari tim pusat. Sementara itu, 17 personel berada di Kabupaten Manggarai, khususnya wilayah Reo, bersama kru KN SAR 250.

Dukungan udara juga dikerahkan. Sebanyak tujuh personel kru helikopter HR 3604 turut memperkuat operasi pencarian dan pertolongan di wilayah terdampak.

Secara keseluruhan, penanganan bencana gempa bumi Flores melibatkan 711 personel dari berbagai unsur. Mereka berasal dari TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, Pelindo, Pelni, pemerintah daerah, Basarnas, serta masyarakat setempat.

Baca Juga :  Prabowo Beri Tambahan DAU Rp1,094 Triliun untuk NTT, Melki Laka Lena: “Kami Akan Jaga untuk Rakyat”

Kantor SAR Maumere bersama seluruh potensi SAR hingga kini masih berjibaku di lapangan. Mereka melakukan pencarian, pertolongan, evakuasi korban, pemantauan kondisi wilayah, serta memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di sejumlah titik terdampak, proses pencarian tidak hanya menghadapkan petugas pada medan yang berat, tetapi juga pada suasana emosional ketika keluarga korban masih menunggu kabar tentang orang-orang yang mereka cintai.

Bagi keluarga yang kehilangan, setiap menit penantian terasa begitu panjang. Mereka berharap masih ada anggota keluarga yang dapat ditemukan dan diselamatkan. Namun bagi sebagian lainnya, hari-hari pascagempa harus dijalani dengan kenyataan pahit: orang yang mereka cintai telah pergi untuk selamanya.

Basarnas memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung akan terus dijaga selama operasi berlangsung. Seluruh unsur di lapangan diminta bekerja secara terkoordinasi dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat.

Baca Juga :  Wae Mata Sempat Kuasai Babak Pertama, Kolang FC Balik Menghancurkan 6-1

“Kami akan terus hadir dan memberikan pelayanan pencarian serta pertolongan kepada masyarakat selama operasi berlangsung. Prioritas kami adalah keselamatan dan pertolongan bagi masyarakat yang terdampak,” tegas Kabasarnas.

Hari ketiga pascagempa menjadi pengingat bahwa bencana belum benar-benar berakhir ketika getaran berhenti. Di balik puing-puing bangunan, tenda-tenda pengungsian, serta wajah-wajah warga yang masih diliputi ketakutan, terdapat luka kemanusiaan yang membutuhkan waktu panjang untuk pulih.

Manggarai Timur masih berduka. Namun di tengah kepedihan itu, tangan para petugas SAR, TNI, Polri, pemerintah, relawan, dan masyarakat terus bergerak. Mereka berpacu dengan waktu, mencari harapan di antara reruntuhan, demi satu tujuan: menyelamatkan mereka yang masih bisa diselamatkan dan memastikan tidak ada korban yang tertinggal. **

  • Bagikan