LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Pascagempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya daratan Flores, masyarakat Kabupaten Manggarai Barat diminta tetap tenang, waspada, dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Flores, termasuk hingga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Pemerintah Provinsi NTT sebelumnya menyampaikan perkembangan sementara dampak gempa. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut jumlah korban meninggal dunia mencapai sekitar 33 orang, sementara 24 orang lainnya mengalami luka-luka. Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan serta evakuasi di sejumlah wilayah terdampak.
Di tengah situasi tersebut, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, S.E., mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Manggarai Barat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan maupun dampak lanjutan lainnya.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kejadian gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 05.58 WITA, dengan pusat gempa dilaporkan berada sekitar 45 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Bupati Edistasius Endi menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Karena itu, warga diminta mengutamakan informasi resmi dari pemerintah dan lembaga berwenang serta menghindari penyebaran kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Manggarai Barat agar tetap tenang, tidak panik, tetapi tetap waspada. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang sumber dan kebenarannya tidak jelas,” demikian inti imbauan Bupati Manggarai Barat.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi terkait gempa, tsunami maupun kondisi korban yang belum terverifikasi.
Menurutnya, dalam situasi bencana, penyebaran informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan dan justru memperburuk kondisi masyarakat.
“Masyarakat kami minta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Mari kita bersama-sama meningkatkan literasi kebencanaan dan menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama,” tegasnya.
Masyarakat diminta mengakses informasi kebencanaan melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), baik melalui situs resmi BMKG maupun aplikasi Info BMKG.
Informasi yang diterbitkan melalui kanal resmi tersebut menjadi rujukan utama karena disampaikan berdasarkan pemantauan dan analisis ilmiah serta kelembagaan.
Selain mengimbau masyarakat agar tidak panik, Bupati Manggarai Barat meminta setiap keluarga segera memastikan kondisi anggota keluarganya masing-masing.
Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta kelompok masyarakat rentan lainnya.
Warga juga diminta memeriksa kondisi rumah dan lingkungan sekitar untuk memastikan tidak terdapat kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









