Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tangis di Antara Puing-Puing Gempa: 55 Nyawa Melayang, Manggarai Timur Masih Berduka

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260817 WA0436
Manggarai Timur menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah akibat gempa tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga pukul 15.00 WITA, tercatat 187 orang menjadi korban, terdiri atas 55 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka. (foto : Dok. Isth).

BORONG, NTTNEWS.NET – Duka mendalam masih menyelimuti Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari ketiga pascagempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Di tengah suasana berkabung dan kepanikan warga yang masih dihantui kemungkinan gempa susulan, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Senin (17/8/2026), meninjau Posko Desa Ronting, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pencarian dan pertolongan terhadap korban berjalan maksimal, sekaligus melihat secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

Manggarai Timur menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah akibat gempa tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga pukul 15.00 WITA, tercatat 187 orang menjadi korban, terdiri atas 55 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga :  10 K9 SAR Polri Diterbangkan ke Flores, Satu Misi: Percepat Pencarian Korban Gempa

Angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap nama korban, ada keluarga yang kehilangan orang tercinta, anak-anak yang kehilangan orang tua, serta rumah tangga yang seketika berubah menjadi kepedihan akibat bencana yang datang tanpa peringatan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh unsur pencarian dan pertolongan yang hingga kini masih bekerja di tengah medan bencana.

“Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu wilayah yang cukup parah terdampak gempa. Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat yang terdampak,” terang Kabasarnas Mohammad Syafii.

Saat berada di posko pengungsian, Kabasarnas juga memberikan penguatan kepada masyarakat yang masih diliputi rasa takut dan trauma. Ia meminta warga tetap tenang, namun tidak mengurangi kewaspadaan, terutama terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Baca Juga :  Wae Mata Sempat Kuasai Babak Pertama, Kolang FC Balik Menghancurkan 6-1

Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau berpotensi roboh. Keselamatan harus menjadi prioritas utama karena kondisi bangunan pascagempa dapat berubah sewaktu-waktu.

Dalam suasana penuh keprihatinan tersebut, Kabasarnas mengajak masyarakat untuk saling membantu dan menguatkan. Menurutnya, penanganan bencana tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah dan petugas SAR seorang diri.

“Kita harus saling membantu dan saling menguatkan. Dalam kondisi seperti ini, kebersamaan antara pemerintah, petugas SAR, dan masyarakat sangat penting agar seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan baik,” pesannya.

Setelah meninjau posko pengungsian, Kabasarnas mendampingi Mendagri Tito Karnavian menuju Posko SAR di wilayah Manggarai Timur. Di lokasi tersebut, ia kembali menegaskan komitmen Basarnas untuk terus memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan selama 24 jam di wilayah yang terdampak bencana.

  • Bagikan