Adapun sektor perdagangan dan ekspor akan diperkuat dengan menjadikan Bali sebagai hub regional bagi produk-produk unggulan dari NTB dan NTT.
“Produk unggulan dari NTB dan NTT harus punya akses pasar yang lebih luas. Bali dengan jejaring dan infrastrukturnya akan menjadi simpul penting perdagangan dan ekspor kawasan,” tambah Melki.
Tak kalah penting, perencanaan pembangunan antarprovinsi juga akan disinergikan agar tidak berjalan parsial. Menurutnya, pembangunan yang terintegrasi akan membuat program-program lintas daerah lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Perencanaan pembangunan harus seirama, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Dengan sinergi, kita bisa saling memperkuat dan mempercepat kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan komitmen kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Provinsi NTB dalam rangka persiapan menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
“Menjadi tuan rumah PON XXII Tahun 2028 adalah tanggung jawab besar sekaligus peluang strategis. Ini akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan sport tourism, serta menggerakkan roda ekonomi daerah,” ujar Gubernur NTT.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi NTT juga menandatangani komitmen kerja sama dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang harmonis, rukun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya kawasan ITDC The Golo Mori sebagai lokasi penandatanganan kerja sama strategis tersebut.
Menurutnya, kepercayaan ini menjadi bukti bahwa Manggarai Barat semakin diakui sebagai bagian penting dalam percaturan pembangunan regional dan nasional.
“Kami bangga Manggarai Barat menjadi tuan rumah kerja sama regional yang sangat strategis ini. Ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus berbenah dan berkontribusi bagi pembangunan kawasan timur Indonesia,” ujar Bupati Endi.
Menutup rangkaian kegiatan, Gubernur NTT menegaskan bahwa kerja sama KR-BNN merupakan legacy penting bagi generasi mendatang.
“Kerja sama ini adalah warisan masa depan. Kita melampaui ego sektoral dan ego teritorial demi kesejahteraan masyarakat Bali, NTB, dan NTT, serta demi Indonesia yang lebih berdaya saing, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkasnya. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









