Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tiga Gubernur Teken Kerja Sama Regional, Bali–NTB–NTT Siap Melompat Bersama

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
FB IMG 1769621375838
Momentum bersejarah kembali tercatat di ujung barat Pulau Flores. Bertempat di kawasan ITDC The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (28/1/2026), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN). (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Momentum bersejarah kembali tercatat di ujung barat Pulau Flores. Bertempat di kawasan ITDC The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (28/1/2026), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN).

Penandatanganan perjanjian strategis lintas provinsi tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal.

Kegiatan ini turut disaksikan oleh Bupati Manggarai Barat selaku tuan rumah, Edistasius Endi, Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, serta Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, bersama jajaran pejabat pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya. Selain itu turut hadir bebrapa Bupati dan Wakil Bupati serta Ketua DPRD, baik dari Provinsi NTT, Bali, maupun NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kerja sama regional ini merupakan wujud komitmen nyata untuk memperkuat persaudaraan kawasan Sunda Kecil sekaligus membuka babak baru pembangunan Indonesia bagian timur.

Baca Juga :  Resmob Komodo Sita 24 Jerigen Solar Subsidi, Mobil Pelaku Turut Diamankan

“Hari ini, di ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, kami menandatangani Perjanjian Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT bersama Gubernur Bali Bapak I Wayan Koster dan Gubernur NTB Bapak Lalu Muhamad Iqbal. Ini adalah komitmen bersama untuk memperkuat persaudaraan kawasan Sunda Kecil dan membangun masa depan Indonesia Timur secara kolektif,” tegas Melki Laka Lena.

Ia menjelaskan, Perjanjian Kerja Sama KR-BNN difokuskan pada lima bidang strategis yang menjadi tulang punggung pembangunan kawasan, yakni konektivitas transportasi, pariwisata dan ekonomi kreatif, energi terbarukan, perdagangan dan ekspor, serta integrasi perencanaan pembangunan antarwilayah.

“Kerja sama ini bukan sekadar formalitas birokrasi atau penandatanganan dokumen semata. Ini adalah tekad kolektif untuk meruntuhkan sekat-sekat isolasi wilayah dan membangun jembatan kolaborasi yang saling menguatkan antarprovinsi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Melki memaparkan bahwa pada sektor konektivitas, pemerintah daerah berkomitmen mendorong integrasi transportasi laut, udara, dan penyeberangan agar mobilitas orang dan barang antarwilayah Bali, NTB, dan NTT semakin lancar dan efisien.

Baca Juga :  Sewargading Ingatkan Pentingnya Profesionalisme Pers di Labuan Bajo pada HPN 2026

“Integrasi konektivitas ini sangat penting agar distribusi logistik, mobilitas masyarakat, dan arus ekonomi dapat berjalan tanpa hambatan,” katanya.

Di bidang pariwisata, kerja sama regional ini diarahkan untuk membangun satu ekosistem pariwisata terpadu. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya terpusat di Bali, tetapi juga terdorong menjelajah destinasi unggulan di NTB dan NTT, termasuk Labuan Bajo sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Pariwisata tidak lagi berdiri sendiri. Kita ingin wisatawan datang ke Bali, lalu melanjutkan perjalanan ke NTB dan NTT. Ini adalah konsep pariwisata kawasan yang saling menghidupi,” jelasnya.

Sementara itu, sektor energi terbarukan dipersiapkan sebagai fondasi ketahanan energi regional, sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan komitmen pembangunan berkelanjutan.

  • Bagikan