Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tragedi Remaja di Kota Ruteng Cermin Krisis Nilai dan Karakter

  • Bagikan
IMG 20250111 164206
Dr. Kanisius Jehabut, S.H., M.H., pengamat hukum sekaligus anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari Partai Gerindra. (foto : isth).

Sekolah dan keluarga memiliki peran penting dalam mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Sekolah harus lebih serius dalam menanamkan pendidikan karakter, terutama terkait resolusi konflik, pengelolaan emosi, dan hubungan interpersonal yang sehat,” sarannya.

Di sisi lain, keluarga juga harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar nilai-nilai moral.

“Orangtua perlu memberikan perhatian lebih pada perkembangan karakter anak. Jangan hanya mengandalkan sekolah,” tambahnya.

Kasus ini tidak hanya menjadi potret kekerasan, tetapi juga sebuah peringatan bahwa masih ada kekurangan dalam pendidikan karakter remaja.

Baca Juga :  Kapolda NTT Rotasi Perwira, Leo Marpaung Kini Pimpin Polairud Manggarai Barat

“Ini adalah sinyal bahwa pola asuh, pendidikan, dan interaksi sosial kita masih perlu diperbaiki,” ujar Dr. Kanisius.

Masyarakat juga perlu terlibat aktif dalam mencari solusi. “Kita tidak hanya boleh mengecam, tetapi harus membangun budaya dialog sehat dan lingkungan yang mendukung perkembangan positif generasi muda,” tegasnya.

Kejadian ini adalah panggilan bagi kita semua untuk berbenah. Penting untuk menanamkan nilai-nilai antikekerasan dan menciptakan lingkungan yang penuh kasih, baik di sekolah, rumah, maupun di masyarakat. Kekerasan bukanlah solusi, dan tugas bersama kita adalah membentuk generasi muda yang tangguh, bermoral, dan mampu menyelesaikan konflik secara bijak.

Baca Juga :  Tri Dedy Mengamuk di Aksi: Kuota Padar Selatan Tidak Masuk Akal dan Mencekik Rakyat!

“Masa depan bangsa ada di tangan generasi muda. Jika kita ingin melihat perubahan, kita harus mulai dari mereka,” tutup Dr. Kanisius. **

  • Bagikan