Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Upah dan Sewa Alat Berat Tertunggak, Warga Kembali Geruduk Mawatu Resort

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260212 183901
Persoalan pembayaran upah pekerja dan sewa alat berat di proyek pembangunan Mawatu Resort kembali mencuat ke publik. Puluhan warga dan pekerja lokal menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang masuk kawasan Mawatu Resort, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (12/2/2026) sore. (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET Persoalan pembayaran upah pekerja dan sewa alat berat di proyek pembangunan Mawatu Resort kembali mencuat ke publik. Puluhan warga dan pekerja lokal menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang masuk kawasan Mawatu Resort, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (12/2/2026) sore.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.20 WITA itu dipicu oleh tunggakan pembayaran upah pekerja serta sewa alat berat yang belum dilunasi selama hampir delapan bulan.

Massa aksi yang dikoordinir Lorens Logam mendapat penjagaan ketat dari aparat Polres Manggarai Barat serta petugas keamanan internal perusahaan.

Dalam orasinya, Lorens Logam mengecam keras sikap investor yang dinilainya abai terhadap hak-hak masyarakat lokal.

Baca Juga :  Tim Resmob Komodo Ringkus Pelaku Pencurian Dan Amankan Barang Bukti Di Labuan Bajo

“Persoalan sore hari ini bukan hanya soal moral, tetapi ada krisis etika dan hati nurani dari para investor terhadap masyarakat lokal,” tegas Lorens di depan portal masuk Mawatu Resort.

Ia menilai keterlibatan warga lokal dalam proyek strategis pariwisata di Labuan Bajo seharusnya membawa kesejahteraan, bukan justru menyisakan beban dan penderitaan.

“Masyarakat lokal diperlakukan seperti budak, diperas tenaganya, lalu diminta kerja rodi. Ini bentuk pembegalan terhadap hak rakyat,” ujarnya lantang.

Lorens juga menyoroti iklim investasi di Labuan Bajo yang menurutnya belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat kecil, meskipun kawasan tersebut digadang-gadang sebagai destinasi super prioritas nasional.

Baca Juga :  GEKIRA Bentuk Resimen Ekologi, Tegaskan Komitmen Politik Hijau dan Aksi Nyata Lingkungan

Manajemen Mawatu Buka Suara
Di tengah aksi, perwakilan manajemen Mawatu Resort yang berada di bawah naungan Vasanta Group akhirnya menemui massa untuk memberikan klarifikasi.

Alfred, selaku perwakilan manajemen, menyampaikan keprihatinannya atas persoalan yang menimpa para pekerja dan pemilik alat berat.

“Kami berkomitmen untuk berkoordinasi dengan PT Mitra Langgeng Prama Konstruksi. Kami beri waktu tiga hari agar mereka menyelesaikan kewajibannya,” kata Alfred di hadapan massa.

  • Bagikan