Perayaan ini juga mencerminkan kolaborasi luar biasa antar keluarga besar orang Lara yang tersebar di berbagai daerah. Ketua panitia, Stef Satu, berasal dari Riang Labuan Bajo, sedangkan sekretarisnya, Marsel, dari Beo Lara. Koordinator koor dipimpin oleh Frans Membok dari Riang Kaca. Peralatan musik dan perlengkapan liturgi didukung oleh riang Labuan Bajo dan Cumbi.
Alo Min dari Riang Kupang menyampaikan sambutan atas nama keluarga besar Lara. Cenderamata diserahkan oleh Yohanes Sehandi dari Riang Ende. Adapun semua ritual adat dipimpin oleh tokoh adat kampung, yakni Golo Lara Mburak (John Haba), Tua Golo Lara Lujang (Petrus Lambut), serta Ketua Riang Labuan Bajo (Mateus Selma).
“Kami sungguh bangga bisa bersatu merayakan karya Tuhan dalam diri Pater Andre. Ini bukan sekadar syukuran, tetapi momentum spiritual untuk merekatkan kembali semangat persaudaraan Lara,” ujar Yohanes Sehandi dalam sambutannya.
Empat Imam dari Beo Lara
Kebanggaan lain dari kampung kecil ini adalah fakta bahwa Beo Lara telah melahirkan empat imam Katolik: Pater Andre Hamma, OFM; Pater Vinsen Bembot, SVD; Romo Yono, Pr; dan Pater John Edu, SVD. Sayangnya, dua di antaranya, yakni Romo Yono dan Pater John Edu telah berpulang. Romo Yono sempat menjabat sebagai Sekjen Keuskupan Agung Kupang di masa Uskup Mgr. Petrus Turang. Sedangkan Pater John Edu adalah Provinsial SVD Timor yang wafat beberapa bulan lalu.
“Dengan perayaan ini, kita ingin mengenang dan menghormati dua imam kita yang telah berpulang. Kita juga berdoa agar generasi muda Lara semakin terpanggil untuk melayani,” tambah Wakil Bupati Yulianus Weng saat memberi ucapan selamat.
Semangat Pembaruan: “Mari Rehap Rumah Tuhan”
Perayaan Pancawindu ini mengusung tema: “Marilah Kita Rehap Kembali Rumah Tuhan.” Tema ini tidak hanya merujuk pada bangunan gereja, melainkan mengajak setiap pribadi untuk memperbaharui hati dan semangat pelayanannya.
“Rumah Tuhan bukan hanya fisik. Ia adalah hati kita yang harus selalu diperbaharui dalam cinta, iman, dan pengabdian,” pesan Pater Andre dalam sambutannya yang menyentuh banyak hati.
Perayaan ini diharapkan menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi seluruh keturunan Lara di mana pun berada, serta memberi berkat bagi kampung-kampung tetangga seperti Beo Lokot, Nara, Ranggawatu, Loha, Rambang, Rekas, Senge, Tado, dan lainnya. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









