Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Keras Kepala Itu Bernama Edi Endi

  • Bagikan
IMG 20241114 184225
Edistasius Endi, S.E. (foto : isth).

Di tengah ancaman permainan para mafia dan operasi elit serta pebisnis inilah pak Edi tampil sebagai pemimpin keras kepala tanpa memperhitungkan resikonya, bagi Edi menyelamatkan aset dan sumber daya daerah yang digerus tanpa diurus, merupakan tugas yang harus dilaksanakan dengan tegas, dan pada akhirnya fakta justru terbalik, ketakutan tidak ada dalam diri pak Edi untuk menghadapi permainan dan kepentingan terselubung para mafia, namun para pengecut itulah yang justru takut atas ketegasan dan keberanian pa Edi, berhadapan dengan bupati Mabar itu harus dengan perhitungan yang serius, berpikir seribu kali sebelum bertindak.

Ketegasan Edi Endi dalam melaksanakan aturan, tidak lain adalah untuk menyelamatkan potensi-potensi daerah yang dijadikan ladang transaksional demi kepentingan pribadi para mafia dan pebisnis kakap yang bergrilia dalam senyap.

Tidak ada yang tidak bisa bagi pa Edi, selama hakikat pekerjaan demi kemaslahatan masyarakat maka harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Jalan propinsi yang sudah sekian tahun tidak pernah diperbaiki, di jaman Edi semuanya dibereskan, ini tentu soal nyali dan kemampuan diplomasi politik yang mumpuni dari seorang pemimpin.

Memang, harus terjadi demikian karena di berbagai forum dan panggung diskusi, debat dan kampanye, pa Edi selalu mengatakan jika ada jalan, maka akan diurus. Ini membuktikan bahwa prinsip yang dipakai pak Edi, bukan asal tegas, tapi tegas jika memang berada di jalan yang benar.

Baca Juga :  Sampul Tempo Picu Amarah, NasDem Manggarai Barat Ultimatum Redaksi

Dari semua pilihan kebijakan pak Edi, prosesnya semua tidak mulus, jati diri sebagai seorang pemimpin selalu jadi taruhan, entah menghadapi teriakan jalanan, aksi dan orasi kalangan aktivis, suara kritis kalangan akademis, pa Edi tampil sebagai pemimpin yang tegas, keras dan konsisten. Tidak ada yang dipikirkan selain untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, itu dibuktikan dengan gencarnya pembangunan infrastruktur jalan yang pembiayaannya bersumber dari pinjaman yang semula ditentang banyak orang, dan siapa sangka pada akhirnya berkat keras kepala Edi Endi menghadapi keraguan dan kritikan banyak orang, tampak nyata sekarang semua jalan mulus di berbagai tempat sudah dinikmati dengan penuh syukur oleh masyarakat, dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun pembangunan masif dilakukan walau dihadapkan dengan situasi covid-19 hingga di penghujung 2022.

Dalam kenyataan, sesuai dengan UU yang membatasi masa jabatan kepala daerah yaitu 2 kli 5 tahun, maka tentu kandidat incumbent di periode pertama masa jabatannya, bekerja normal urus pemerintahan hanya 3 tahun, dua tahun sisanya adalah tahun persiapan politik.

Fakta ini tidak terjadi bagi pa Edi, dua tahun awal kepemimpinan dihadapkan dengan situasi pandemi, maka tidak ada ruang bagi pak Edi untuk urus politik dalam masa pemerintahannya yang relatif singkat, karna dia pakai semua masa jabatan untuk urus daerah secara total. Bayangkan jika jabatannya murni 5 tahun dan tidak dimulai dengan keadaan ekonomi yang berat, maka dipastikan semua cita-cita luhurnya untuk kemajuan Manggarai Barat pasti terwujud.

Baca Juga :  Kapolda NTT Rotasi Perwira, Leo Marpaung Kini Pimpin Polairud Manggarai Barat

Sekarang Bupati keras kepala ini kembali bertarung untuk menjadi bupati berpasangan dengan wakilnya juga yaitu dr. Yulianus Weng, ini memungkinkan semuanya akan terlaksana sesuai visi pembangunan yang digagasnya dalam semboyan Mabar semakin mantap.

Diakuinya bahwa tantangan yang dihadapi ke depan tentu tidak mudah, semakin maju maka gagasan seorang pemimpin juga harus semakin diasah untuk mencari solusi untuk menjawab setiap perkembangan yang terjadi. Bagi masyarakat Mabar yang cerdas dan rasional, sulit untuk jatuh dan terlarut dalam janji-janji manis kandidat lain yang isinya sekedar berimajinasi terhadap daerah, bermimpi dan berandai-andai. Berteriak mencerca dan memaki pak Edi dengan penuh semangat dan membara, tapi yakinlah bahwa mereka itu adalah penjelmaan dari dua pepatah tua yang sangat bernas yaitu, air beriak tanda tak dalam, dan tong kosong nyaring bunyinya.

Nyali dan keberanian yang bersarang dalam diri pak Edi, adalah nyali yang terbukti telah memberangus keganasan para mafia dan pecundang politik yang menumpang untuk mencari keuntungan dalam indahnya tanah Manggarai Barat, bukan nyali mencaci dan berjanji.

Itulah bupati keras kepala bernama Edi Endi.

Penulis : Vitalis Jebarus **

  • Bagikan