Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Aliansi Jurnalis Manggarai dan Bank NTT Gelar Aksi Peduli Stunting di HPN ke-79

  • Bagikan
IMG 20250209 WA0126
Aliansi Jurnalis Manggarai Peringati HPN ke-79 dengan Aksi Peduli Stunting di Puskesmas Pagal bersama Bank NTT Cabang Ruteng. (foto : isth).

RUTENG, NTTNEWS.NET – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-79, Aliansi Jurnalis Manggarai menggelar aksi sosial berupa pembagian paket makanan bergizi bagi anak-anak yang mengalami stunting. Minggu siang (9/2/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Pagal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Bank NTT Cabang Ruteng, Perwakilan Polres Manggarai, serta para tenaga medis dan masyarakat setempat.

Aksi ini merupakan wujud kepedulian para jurnalis terhadap isu stunting yang masih menjadi masalah nasional.

Paket makanan yang dibagikan terdiri dari beras, telur, kacang hijau, dan susu, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan gizi anak-anak penerima manfaat.

Dalam kesempatan ini, Kepala Puskesmas Pagal, Fabiola Belinda Kurniati Nengko, A.Md, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan para jurnalis dan mitra yang turut serta dalam program ini.

Baca Juga :  Manggarai Barat Ukir Prestasi Nasional, Disdikpora Raih Peringkat Tiga Terbaik Pengelola Program Indonesia Pintar 2025

“Selamat siang untuk kita semua, mama-mama sekalian. Masih semangat, ya? Terima kasih kepada Aliansi Jurnalis Manggarai dan rekan-rekan wartawan yang telah memilih Puskesmas Pagal sebagai tempat untuk berbagi kasih dengan anak-anak yang membutuhkan,” ucapnya dalam sambutan.

IMG 20250209 134935
Aliansi Jurnalis Manggarai Peringati HPN ke-79 dengan Aksi Peduli Stunting di Puskesmas Pagal bersama Bank NTT Cabang Ruteng. (foto : isth).

Fabiola juga menjelaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan besar di wilayah tersebut. Dari data yang dimiliki Puskesmas Pagal pada Agustus 2024, terdapat 1.510 bayi dan balita usia 0-59 bulan, dengan 41 anak di atas usia dua tahun yang mengalami stunting.

“Masalah stunting ini sangat kompleks. Salah satu penyebabnya adalah ibu hamil berisiko tinggi, seperti yang berusia di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun, serta pola makan yang tidak mencukupi kebutuhan gizi anak. Selain itu, faktor sanitasi dan lingkungan juga berperan penting,” tambahnya.

Baca Juga :  Dua Turis Austria Tewas di Cunca Wulang, Jembatan Gantung Ambruk Saat Rekam Video Romantis

Ia mengajak seluruh orang tua untuk lebih peduli terhadap gizi anak-anak mereka dengan memanfaatkan bahan makanan lokal yang terjangkau.

“Makanan bergizi tidak harus mahal. Kita bisa memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah didapatkan. Saya juga mengingatkan para orang tua agar rutin membawa anak ke Posyandu setiap bulan untuk memantau tumbuh kembang mereka,” tegasnya.

Selain itu, Fabiola juga menyoroti pentingnya kesadaran akan bahaya asap rokok bagi anak-anak.

  • Bagikan