Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menyoal Dana Pokir, Bupati Tote: “Kalau Perlu Dihapuskan”

  • Bagikan
IMG 20250402 214820
Bupati Kabupaten Ende, Benediktus Tote Badeoda. (NTTNews.net/Rian Laka).

ENDE, NTTNEWS.NET – Di tengah gencarnya efisiensi anggaran yang didorong oleh pemerintah pusat, seluruh kabupaten dan kota, termasuk Kabupaten Ende, turut merasakan dampaknya. Kebijakan ini menimbulkan ketimpangan pembangunan di daerah, yang kemudian mendorong Bupati Ende, Tote Badeoda, dan Wakil Bupati Domi Mere untuk melakukan efisiensi di tingkat daerah. Salah satu langkah yang mereka tempuh adalah menurunkan dana aspiratif melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

Baca Juga :  Kapolda NTT Rotasi Perwira, Leo Marpaung Kini Pimpin Polairud Manggarai Barat

Dalam sebuah jamuan silaturahmi bersama puluhan awak media di Rumah Jabatan Bupati Ende pada Minggu, 30 Maret 2025, Bupati Tote menegaskan bahwa dana Pokir perlu diturunkan, bahkan jika memungkinkan, dihapuskan sama sekali.

“Di tengah kebijakan efisiensi, dana Pokir DPRD Ende telah membebani APBD. Maka dari itu, dana ini harus diturunkan, atau jika perlu, dihapuskan,” ujar Bupati Tote.

Baca Juga :  Bupati Edi Tancap Gas Sukseskan MBG: Inovasi Digital hingga Jaminan Halal Jadi Andalan Mabar

Menurutnya, besarnya alokasi dana Pokir menjadi beban bagi APBD Kabupaten Ende, terutama di era pemerintahan Prabowo-Gibran yang semakin mengedepankan efisiensi anggaran. Hal ini semakin diperparah dengan utang Pemerintah Kabupaten Ende kepada pihak ketiga yang mencapai Rp49 miliar dan hingga kini belum berhasil dilunasi.

  • Bagikan