Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wabup Nagekeo dan Forkopimda Tinjau Lokasi Banjir Bandang dan Longsor di Mauponggo

Kontributor : Stefen Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250910 WA0118
Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada bersama jajaran Forkopimda turun langsung memantau kondisi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Mauponggo pada Selasa (9/9/2025). (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada bersama jajaran Forkopimda turun langsung memantau kondisi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Mauponggo pada Selasa (9/9/2025).

Turut hadir Kapolres Nagekeo AKBP Rachmad Muhamad Salichi, S.I.K., S.H., Wakil Ketua DPRD Lukas Y.M.P. Boleng bersama sejumlah anggota dewan, antara lain Patrisius Bhoko, Frederikus Lebi, Walterius Meka, Askary Samsudin, dan Idorus Goa. Hadir pula tim Basarnas yang terlibat dalam upaya penanganan darurat.

Lokasi terparah berada di wilayah perbatasan Desa Kelewae, Kecamatan Boawae, dan Desa Lajawajo, Kecamatan Mauponggo, tepatnya di Koya.

Baca Juga :  DPP PKB Ambil Alih Seleksi Ketua DPC, Manggarai Barat Sorong Enam Nama

Jalan utama yang menghubungkan kedua kecamatan tersebut lumpuh total akibat longsoran material batu dan pasir yang menutup akses sejak Senin (8/9) sekitar pukul 18.30 Wita.

Wakil Bupati Gonzalo menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda hadir untuk memastikan penanganan cepat terhadap dampak bencana.

“Kami sudah berada di lokasi untuk mengetahui secara dini akses menuju pusat bencana, karena pusat bencana ada di Mauponggo. Kehadiran kami di sini agar bantuan bisa segera tersalur,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dua WNA Spanyol Dievakuasi Tim SAR Gabungan di Perairan Pulau Padar

Ia mengakui penanganan bencana kali ini cukup sulit karena akses transportasi, komunikasi, dan informasi ke titik-titik terdampak lumpuh total.

“Langkah pertama adalah membuka jalan agar mobilitas manusia dan barang bisa berjalan. Saya harap masyarakat tetap sabar, pemerintah sedang bekerja keras. Begitu akses terbuka, bantuan berupa BBM, makanan siap saji, beras, dan kebutuhan lain akan segera tiba,” tambahnya.

  • Bagikan