Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Polwan Multitalenta di Balik Gerbang Wisata Super Premium Labuan Bajo

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260314 233707
Polwan Multitalenta di Balik Gerbang Wisata Super Premium Labuan Bajo. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET Di tengah hiruk-pikuk Labuan Bajo, kota pelabuhan yang kini menyandang status destinasi pariwisata super premium, sosok Brigadir Polisi Dua (Bripda) Astri Daningsi Mau berdiri dengan sigap. Bagi banyak orang, ia mungkin sekadar anggota Polwan yang bertugas di Polres Manggarai Barat. Namun, begitu ia mulai berbicara, batas-batas negara seolah runtuh.

Ningsi, begitu ia akrab disapa, bukan sekadar polisi biasa. Di balik seragam cokelatnya, ia menyimpan kemahiran komunikasi yang jarang dimiliki: penguasaan tiga bahasa asing sekaligus. Selain bahasa Inggris yang fasih, Polwan kelahiran Kalabahi, Alor tahun 2002 ini juga mampu berkomunikasi dalam bahasa Jerman dan Rusia.

Hebatnya, kemampuan ini ia raih tanpa pernah menginjakkan kaki di lembaga kursus manapun. Ia adalah seorang otodidak sejati.

Baca Juga :  Bupati Edi Hadiri Muscab PKB, Gus Halim dan Kaharudin Konsolidasikan Kader Tiga Manggarai

Minat Ningsi pada bahasa asing tumbuh sejak usia remaja. Sebuah perlombaan story telling saat ia duduk di kelas VIII SMP menjadi pemantiknya.

“Awalnya saya mengikuti perlombaan Story Telling waktu duduk di kelas VIII SMP. Puji Tuhan, saya meraih juara 2. Dari situ saya mulai tertarik untuk terus belajar bahasa asing, khususnya bahasa Inggris,” kenang Bripda Ningsi saat dihubungi, Jumat malam (13/3/2026).

Sejak saat itu, layar ponselnya tak pernah jauh dari kanal YouTube edukasi dan film-film berbahasa asing. Baginya, teknologi adalah jendela kelas yang terbuka lebar.

“Dari menonton, saya merasa cukup mudah memahami kata demi kata maupun pelafalan. Kunci keberhasilannya terletak pada konsistensi dan kebiasaan sehari-hari,” jelas lulusan Bintara Polwan Angkatan 51 tahun 2022 ini.

Baca Juga :  Ilmu Komunikasi UNWIRA Kupang Jadi Pilihan Tepat, Jefry: Kunci Sukses di Era Modern

Penempatan Ningsi di Labuan Bajo seolah menjadi rencana semesta yang tepat. Sebagai ibu kota Manggarai Barat yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia, Labuan Bajo adalah magnet bagi wisatawan mancanegara. Hal ini membawa tantangan tersendiri bagi kepolisian, terutama saat menghadapi kasus hukum yang melibatkan warga asing.

Ningsi mengaku awalnya sempat kewalahan karena aksen wisatawan yang beragam. Namun, ia justru merasa tertantang untuk memperluas kemampuannya ke bahasa Jerman dan Rusia karena meningkatnya kunjungan turis dari kedua negara tersebut.

  • Bagikan