Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Anggota DPRD Mabar Desak Pemkab Jemput Bola Ambil Alih Embung Anak Munting, Ino Peni: Jangan Biarkan Aset Miliaran Menganggur

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
b4a9cec0 7eaf 11f1 afd3 33aefa67ccc1
Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Inocentius Peni. (foto : Dok. Isth).

Politisi PAN itu menegaskan bahwa keterbatasan kemampuan fiskal Kabupaten Manggarai Barat seharusnya menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan setiap aset yang memiliki nilai ekonomi.

“Dengan kondisi fiskal daerah yang masih sangat terbatas, seluruh potensi yang dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah harus dimanfaatkan secara maksimal. Jangan sampai aset yang dibangun dengan uang rakyat justru terbengkalai dan tidak memberikan manfaat apa pun,” katanya.

Lebih lanjut, Inocentius meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat agar tidak bersikap pasif menunggu keputusan pemerintah pusat.

Ia menilai, semangat “jemput bola” harus menjadi budaya kerja pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  Rotasi Pama Polres Manggarai Barat, Kapolsek Komodo dan Dua Kanit Reskrim Bergeser

“Jangan hanya menunggu pemerintah pusat menyerahkan. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat harus memiliki inisiatif sendiri, harus jemput bola, datang berkoordinasi, membangun komunikasi, dan mempercepat proses pengalihan pengelolaan. Kalau kita hanya menunggu, peluang mendapatkan PAD akan terus hilang,” ungkapnya.

Ia berharap Embung Anak Munting tidak hanya menjadi simbol pembangunan semata, tetapi benar-benar menjadi destinasi wisata yang hidup, menarik wisatawan, menggerakkan perekonomian masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga :  Feri Adu Pertanyakan Peran Camat Komodo, Klaim Fungsionaris Adat Dinilai Picu Konflik Pertanahan

Menurutnya, pengelolaan yang baik terhadap kawasan tersebut juga akan memperkuat sektor pariwisata Manggarai Barat yang selama ini dikenal sebagai pintu gerbang menuju Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo.

“Harapan kita sederhana, aset negara yang sudah dibangun dengan anggaran besar jangan sampai menjadi bangunan yang hanya dipandang dari jauh. Aset itu harus hidup, produktif, menghasilkan PAD, dan yang paling penting memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Manggarai Barat,” pungkas Inocentius. **

  • Bagikan