Lebih lanjut, ia juga menyinggung kebijakan pemerintah terkait program makanan bergizi gratis di sekolah dan pemotongan anggaran di sektor pendidikan.
“Kalau pemotongan anggaran ini terus terjadi, kita harapkan pendidikan tetap mendapat prioritas. Tapi kita harus realistis melihat kondisi di lapangan,” tegasnya.
Dr. Andreas Hugo Pareira juga berpesan kepada para mahasiswa penerima KIP Kuliah agar memanfaatkan beasiswa ini dengan baik dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
“Yang penting sekarang adalah menyelesaikan kuliah dalam 8 semester. Karena setelah itu, beasiswa tidak bisa diberikan lagi. Jadi, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa program KIP Kuliah bukan sekadar bantuan dana, tetapi merupakan bentuk seleksi ketat bagi mahasiswa berprestasi dengan latar belakang ekonomi kurang mampu.
“KIP Kuliah ini bukan sekadar ‘bantuan gratis’, tetapi diberikan kepada mereka yang memang memenuhi kriteria akademik dan ekonomi. Jadi, kalian harus berusaha semaksimal mungkin agar tidak mengecewakan,” pesannya kepada para mahasiswa.
Di Kabupaten Manggarai sendiri, terdapat sekitar 350 penerima KIP Kuliah setiap tahun, dengan sekitar 50 penerima lainnya tersebar di Labuan Bajo dan beberapa daerah lain.
“Kita berharap program ini tetap berjalan untuk membantu anak-anak yang memang berhak mendapatkan akses pendidikan lebih baik,” pungkasnya.
Acara penyerahan sertifikat KIP Kuliah ini pun berlangsung dengan penuh semangat dan harapan besar bagi masa depan para mahasiswa. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









