Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dugaan KDRT dan Dituduh Berselingkuh Berujung Penikaman, Simak Penjelasan EK!

  • Bagikan
IMG 20250112 004745
EK, istri dari AAS usai melapor di Polres Manggarai Barat. (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Seorang istri berinisial EK nekat menikam suaminya, AAS, karena menduga adanya perselingkuhan.

Dugaan tersebut muncul setelah AAS kedapatan membalas percakapan WhatsApp antara EK dan seorang pria berinisial N, salah satu pegawai Bank BRI di Labuan Bajo.

Kejadian ini terjadi pada Jumat (10/01/2025) di rumah laundry milik keluarga mereka tepatnya di samping Gereja Katedral Rohkus Labuan bajo.

AAS yang menjadi korban mengatakan kejadian itu berawal saat anaknya meminta hp untuk main game. Saat itu hpnya lagi dicas akhirnya ia meminta hp dari EK untuk kasih ke anaknya.

“Kejadian itu bermula saat anak saya menangis minta hp saya untuk main nonton dan saat itu hp saya lagi dicas akhirnya saya minta hpnya istri saya untuk kasih ke anak saya,” ungkap AAS saat ditemui awak media di Labuan Bajo, Sabtu (11/01/2025), seperti dilansir Telisik.co.id.

“Tidak lama kemudian anak saya menangis karena jaringan internetnya lelet akhirnya saya kasih hp saya ke anaknya saya. Ketika saya memegang hpnya istrinya tiba-tiba ada notifikasi pesan WhatsApp masuk dari nama kontak “KKK” kemudian saya membuka isi chat itu dengan bunyi “Kenapa Selama Ini Menghilang Tidak Ada Kabar,” lanjutnya.

Baca Juga :  NasDem Kepung Basis Pesisir Manggarai Barat Jelang Pileg 2029, Ketua DPW Sampaikan Hal ini!

Ia menambahkan dari pesan itu, N meminta EK untuk bertemu dan ia pun membalas ketemu dimana, N pun membalas ditempat biasa.

“Kemudian N itu juga minta istri saya untuk ketemu dan saya bilang dimana langsung dia balas ditempat biasa, saya mau balas pesan untuk menanyakan tempatnya dimana istri saya langsung rebut hp yang ada ditangan saya akhirnya kami dua ini saling rebut itu hp akhirnya rusak,” ucapnya.

AAS menceritakan setelah perdebatan panjang akhirnya ia pun mengalah dan meninggalkan rumah. Kemudian ia pergi ke Laundry untuk menenangkan diri.

“Setelah perdebatan yang panjang, akhirnya saya mengalah, setelah itu saya ambil SIM card dari hp itu dan meninggalkan pergi ke Laundry. Selang beberapa lama kemudian, istri saya datang ke Laundry dengan membawah sebilah pisau, tanpa basa-basi istri saya langsung menusuk saya sebanyak Lima (5) kali yang mengakibatkan luka di pipi kanan, luka di lengan kiri, dan punggung kanan, luka sobek di telunjuk tanga kanan dan luka robek pada bahu kanan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kapolres Mabar Tegas, Sebar Video Korban Jembatan Cunca Wulang Bisa Dipidana

Atas kejadian itu, ia pun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Manggarai Barat dengan laporan Nomor: LP/B/9/I/2025/SPKT/Polres Manggarai Barat.

JJ Sebagai orang tua korban mengaku tidak terima dengan kejadian itu. Menurut JJ kejadian itu terlalu biadab, dan meminta aparat kepolisian untuk serius dan tegakan sesuai undang-undang yang berlaku,dan pelakunya agar segera ditangkap,dan jangan dibiarkan untuk melarikan diri.

“Jujur sebagai orang tua korban saya tidak terima dengan kejadian ini karena sudah sangat terlalu biadab dan saya minta aparat kepolisian untuk serius dan tegakan sesuai undang-undang yang berlaku,dan pelakunya agar segera ditangkap, dan jangan dibiarkan untuk melarikan diri,” ucapnya dengan nada geram.

JJ mengatakan pelaku yaitu EK merupakan salah satu pegawai yang bekerja di RSUD Komodo. Ia juga meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk memecat EK sebagai tenaga harian lepas di instansi tersebut.

“Pelaku (EK) ini bekerjasama di sebagai THL di RSUD Komodo dan saya juga meminta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat untuk memecat yang bersangkutan,” ungkapnya.

  • Bagikan