Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kericuhan Warnai Pidato Perdana Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo di DPRD

  • Bagikan
IMG 20250306 183118
Ricuh saat Rapat Paripurna di Aula DPRD Nagekeo. (foto : NTTNews.net/Stefan).

“Kalau saya tahu rapat paripurna ini hanya sekadar seremoni dan anggota DPRD tidak diberi kesempatan berbicara, saya tidak akan hadir! Ini sudah tidak beres, hanya lembaga seremonial! Perampok semua! Tipu-tipu! Miu hebat apa?” teriaknya lantang.

Sayangnya, reaksi keras Lukas tidak mendapat respons dari anggota DPRD lainnya, khususnya dari Fraksi Perindo. Mereka memilih diam dan menyaksikan situasi tanpa memberikan tanggapan.

Situasi semakin memanas ketika Marselinus F. Ajo Bupu kembali berteriak, “Saya minta sidang ini dibubarkan saja! Tidak ada yang lebih hebat di Nagekeo!” Pernyataan ini makin memperkeruh suasana di ruang sidang.

Baca Juga :  Ketua PSSI Manggarai Barat dan Panitia Tegaskan Kekerasan Terhadap Wasit Tak Dibenarkan, Lanjutkan Proses Hukum!

Melihat ketegangan yang meningkat, sejumlah anggota DPRD lainnya segera mengerumuni Lukas Mbulang dan berusaha menenangkannya, meminta agar ia menghentikan adu mulut demi menjaga kondusivitas forum.

Menanggapi insiden ini, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Nagekeo, Anton Sukadame Wangge, menyatakan bahwa peristiwa tersebut hanyalah bagian dari dinamika politik di ruang sidang.

Baca Juga :  Fidusia Rp1,1 Miliar di Kupang Meledak! 45 Motor Dialihkan, 44 Debitur Masih Dibidik Polisi

“Dinamika politik itu biasa,” ujar Anton Wangge singkat.

Meskipun insiden ini tidak sampai mengganggu jalannya sidang secara keseluruhan, peristiwa ini mencerminkan ketegangan politik yang masih kuat di DPRD Nagekeo pasca-pemilihan kepala daerah. ** (Stefan)

  • Bagikan