“Harapan kami, sistem ini benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi RSUD Komodo, serta mampu meningkatkan mutu layanan kesehatan yang kita berikan kepada masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, perwakilan Periksa.ID, Putra Gemilang, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendampingi RSUD Komodo dalam seluruh proses implementasi SIM-RS.
“Kami hadir bukan hanya sebagai penyedia sistem, tetapi sebagai mitra yang akan mendampingi RSUD Komodo dalam proses transformasi digital ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkan dirancang fleksibel dan tidak akan mengganggu pelayanan yang sudah berjalan.
“Sistem kami dirancang mengikuti alur kerja rumah sakit, bukan sebaliknya. Jadi pelayanan tetap berjalan seperti biasa, hanya saja menjadi lebih terdokumentasi dan terintegrasi,” jelasnya.
Putra juga memaparkan bahwa sistem SIM-RS dari Periksa.ID telah dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu tenaga medis dalam pengisian rekam medis.
“Kami menggunakan teknologi AI untuk membantu proses penginputan data, terutama bagi dokter yang memiliki keterbatasan waktu. Ini akan mempermudah dan mempercepat pencatatan tanpa mengurangi akurasi,” ungkapnya.
Selain itu, sistem juga dapat diakses melalui berbagai perangkat, termasuk ponsel.
“Pengisian data tidak harus selalu melalui komputer. Bisa juga melalui handphone, sehingga tenaga medis tetap fleksibel dalam menjalankan tugasnya,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan pelatihan, tim Periksa.ID akan menggunakan pendekatan langsung di setiap unit layanan rumah sakit.
“Selama dua minggu ke depan, kami akan turun langsung ke masing-masing instalasi untuk melihat alur kerja dan menyesuaikan sistem dengan kebutuhan di lapangan,” jelas Putra.
Ia juga mendorong seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi selama pelatihan.
“Kami sangat terbuka terhadap masukan. Silakan sampaikan kendala yang dihadapi, sehingga kita bisa bersama-sama mencari solusi terbaik,” katanya.
Putra menegaskan bahwa keberhasilan implementasi SIM-RS sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak di rumah sakit.
“Secanggih apa pun sistemnya, kunci keberhasilannya tetap ada pada pengguna. Oleh karena itu, kami berharap ada komitmen bersama untuk menjalankan sistem ini secara konsisten,” tegasnya.
Ia berharap RSUD Komodo dapat menjadi contoh dalam penerapan digitalisasi layanan kesehatan di daerah.
“Harapan kami, RSUD Komodo dapat menjadi salah satu rumah sakit daerah yang berhasil dalam implementasi SIM-RS dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









