Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tiga Anggota Brimob Ditikam Anggota TNI di Labuan Bajo, Kapolda dan Pangdam Pastikan Soliditas Tetap Terjaga

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
676eb290 656b 11f1 be6e f14e935d1558
Soliditas dan sinergitas yang selama ini terjalin erat antara TNI dan Polri di Nusa Tenggara Timur kembali dibuktikan melalui langkah cepat para pimpinan kedua institusi dalam menyikapi insiden kesalahpahaman kasus penikaman yang melibatkan sejumlah anggota Polri dan TNI di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (11/6/2026) dini hari. (foto : Dok. Isth).

Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan mengganggu hubungan baik serta sinergitas TNI-Polri yang selama ini menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Nusa Tenggara Timur.

“Kapolda NTT, Pangdam IX/Udayana, dan Danrem 161/Wira Sakti memiliki komitmen yang sama bahwa kejadian ini merupakan kesalahpahaman yang bersifat spontan. Hubungan persaudaraan, kekompakan, dan sinergitas TNI-Polri tetap terjaga dengan sangat baik. Kami terus berkoordinasi secara intensif untuk menyelesaikan persoalan ini secara bijaksana dan profesional,” katanya.

Sementara itu, di tingkat daerah, Kapolres Manggarai Barat bersama Dandim 1612/Manggarai Barat terus melakukan pemantauan dan komunikasi aktif guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya.

Baca Juga :  Meriahkan Pesta Emas 50 Tahun, Paroki St. Antonius Padua Rii Gelar Turnamen Voli, Takraw dan Bulutangkis

Polda NTT juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Kabupaten Manggarai Barat serta para wisatawan yang sedang berkunjung ke Labuan Bajo, agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami memastikan situasi keamanan di Labuan Bajo tetap aman dan terkendali. Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Percayakan proses penanganan kepada institusi yang saat ini sedang bekerja secara profesional, objektif, dan transparan,” ujar Kombes Henry.

Ia menambahkan bahwa semangat persaudaraan yang telah lama terbangun antara TNI dan Polri menjadi modal penting dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di lapangan.

Baca Juga :  Teratai DeRie Menggila di Laga Perdana, SMK Muhammadiyah Golo Mori Tak Berkutik

“Sinergitas TNI-Polri di NTT tetap solid. Kami memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga keamanan, kedamaian, dan memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Semangat itulah yang terus menjadi pegangan dalam setiap langkah penyelesaian persoalan,” pungkasnya.

Insiden tersebut kini ditangani secara serius oleh kedua institusi dengan mengedepankan profesionalitas, transparansi, dan semangat kebersamaan, sehingga diharapkan tidak memengaruhi hubungan harmonis antara TNI dan Polri yang selama ini menjadi pilar utama stabilitas keamanan di Nusa Tenggara Timur. **

  • Bagikan