“Janji mereka macam bintang di langit, indah sekali kalau dilihat malam hari, tapi pelaksanaannya seperti malam gelap ini — nol koma kosong,” sesal Aris.
Pendidikan dan Ekonomi yang Tertinggal
Tinus, tetangga Aris, menambahkan bahwa dampak ketiadaan listrik bukan hanya pada penerangan rumah tangga, tetapi juga pada sektor pendidikan dan ekonomi.
“Anak-anak belajar pakai lampu minyak yang asapnya bikin mata perih. Kalau ada tugas online, harus jalan kaki ke desa sebelah yang ada listrik. Itu pun kalau tidak hujan,” ungkapnya.
Menurut Tinus, kegiatan ekonomi seperti membersihkan hasil panen cengkeh atau kemiri juga tak bisa dilakukan malam hari. Tanpa penerangan, warga hanya bekerja di siang hari sehingga produktivitas menurun drastis.
“Kalau ada listrik, kami bisa bekerja lebih lama. Anak-anak juga bisa belajar dengan tenang. Tapi sekarang, semuanya serba terbatas,” ujarnya.
Kesehatan Pun Terkorbankan
Ketiadaan listrik juga berdampak serius pada pelayanan kesehatan. Di malam hari, kondisi menjadi sangat berisiko bagi warga yang sakit atau ibu hamil.
“Kalau ada orang sakit malam-malam, apalagi ibu mau melahirkan, sangat berbahaya. Kami harus panggil dukun kampung karena tidak ada penerangan dan akses jalan sulit,” kata Aris.
Harapan untuk Terang dan Kemajuan
Masyarakat Keliwatuwea kini menaruh harapan besar kepada PT PLN dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo agar segera merealisasikan pembangunan jaringan listrik serta membuka akses jalan menuju kampung mereka.
“Kami tidak minta banyak. Kami hanya ingin hidup seperti warga di kampung lain yang terang benderang. Kalau listrik dan jalan ada, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan kami pasti lebih baik,” kata Aris sambil menatap langit malam Keliwatuwea yang masih gelap.
Ia menutup percakapan dengan kalimat yang menyentuh hati: “Sudah 80 tahun Indonesia merdeka, tapi kami di sini masih dijajah oleh kegelapan. Kami mohon, PLN dan pemerintah jangan biarkan kami terus begini.”
Keliwatuwea adalah potret kecil dari wajah pembangunan Indonesia yang belum sepenuhnya merata. Di balik gelapnya malam, tersimpan cahaya harapan yang terus dijaga oleh warga — bahwa suatu hari nanti, kampung mereka akan ikut terang bersama Indonesia. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









