Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Warga Keliwatuwea Hidup dalam Kegelapan: 80 Tahun Merdeka, Listrik Tak Kunjung Datang

Kontributor : Stefan Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20251016 140528
Dusun Keliwatuwea, sebuah dusun terpencil di wilayah Desa Keli, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini masih terisolasi dari salah satu kebutuhan paling dasar: listrik. (foto : isth).

“Janji mereka macam bintang di langit, indah sekali kalau dilihat malam hari, tapi pelaksanaannya seperti malam gelap ini — nol koma kosong,” sesal Aris.

Pendidikan dan Ekonomi yang Tertinggal

Tinus, tetangga Aris, menambahkan bahwa dampak ketiadaan listrik bukan hanya pada penerangan rumah tangga, tetapi juga pada sektor pendidikan dan ekonomi.

“Anak-anak belajar pakai lampu minyak yang asapnya bikin mata perih. Kalau ada tugas online, harus jalan kaki ke desa sebelah yang ada listrik. Itu pun kalau tidak hujan,” ungkapnya.

Menurut Tinus, kegiatan ekonomi seperti membersihkan hasil panen cengkeh atau kemiri juga tak bisa dilakukan malam hari. Tanpa penerangan, warga hanya bekerja di siang hari sehingga produktivitas menurun drastis.

Baca Juga :  FPM Siapkan Aksi Boikot Proyek Kantor Pajak Pratama Labuan Bajo, PT Joglo Multi Ayu Jadi Sorotan

“Kalau ada listrik, kami bisa bekerja lebih lama. Anak-anak juga bisa belajar dengan tenang. Tapi sekarang, semuanya serba terbatas,” ujarnya.

Kesehatan Pun Terkorbankan

Ketiadaan listrik juga berdampak serius pada pelayanan kesehatan. Di malam hari, kondisi menjadi sangat berisiko bagi warga yang sakit atau ibu hamil.

“Kalau ada orang sakit malam-malam, apalagi ibu mau melahirkan, sangat berbahaya. Kami harus panggil dukun kampung karena tidak ada penerangan dan akses jalan sulit,” kata Aris.

Harapan untuk Terang dan Kemajuan

Masyarakat Keliwatuwea kini menaruh harapan besar kepada PT PLN dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo agar segera merealisasikan pembangunan jaringan listrik serta membuka akses jalan menuju kampung mereka.

“Kami tidak minta banyak. Kami hanya ingin hidup seperti warga di kampung lain yang terang benderang. Kalau listrik dan jalan ada, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan kami pasti lebih baik,” kata Aris sambil menatap langit malam Keliwatuwea yang masih gelap.

Baca Juga :  Polda NTT Bongkar Dugaan Peredaran 185 Ribu Batang Rokok Ilegal, Jalur Distribusi Diduga Berasal dari Manggarai Barat

Ia menutup percakapan dengan kalimat yang menyentuh hati: “Sudah 80 tahun Indonesia merdeka, tapi kami di sini masih dijajah oleh kegelapan. Kami mohon, PLN dan pemerintah jangan biarkan kami terus begini.”

Keliwatuwea adalah potret kecil dari wajah pembangunan Indonesia yang belum sepenuhnya merata. Di balik gelapnya malam, tersimpan cahaya harapan yang terus dijaga oleh warga — bahwa suatu hari nanti, kampung mereka akan ikut terang bersama Indonesia. **

  • Bagikan