Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wasdal II SMP Obvitnas PT Bukit Asam Raih Predikat Sangat Baik, Skor 88,21 Persen

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260813 WA0179
Ketua Tim Audit “SMP” Korsabhara Baharkam Polri secara resmi menutup kegiatan Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) II Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional (SMP Obvitnas) di PT Bukit Asam (Persero) Tbk Unit Pertambangan Tanjung Enim, Kamis, 13 Agustus 2026. (foto : Dok. Isth).

Bagi pengelola Obvitnas seperti PT Bukit Asam, penerapan SMP setidaknya memiliki tiga fungsi utama.

Pertama, sebagai tameng risiko. Sistem pengamanan digunakan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan menanggulangi berbagai potensi ancaman, mulai dari sabotase, terorisme, pencurian, hingga gangguan terhadap kegiatan operasional.

Kedua, sebagai standar tata kelola keamanan. Seluruh unsur pengamanan, mulai dari kebijakan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga prosedur pengamanan harus berjalan secara terukur, sistematis, dan terdokumentasi.

Ketiga, sebagai jaminan kontinuitas usaha. Ketika aset dan fasilitas strategis terlindungi, kegiatan produksi dapat berlangsung secara berkesinambungan sehingga pasokan batu bara sebagai salah satu sumber energi nasional tetap terjaga.

Bagi negara, keberadaan SMP Obvitnas juga memiliki dimensi yang jauh lebih luas. Keamanan fasilitas pertambangan bukan hanya menyangkut kepentingan perusahaan, tetapi berkaitan dengan ketahanan energi, stabilitas ekonomi, serta keberlangsungan rantai pasok nasional.

PT Bukit Asam sebagai salah satu perusahaan pertambangan batu bara strategis memiliki posisi penting dalam mendukung kebutuhan energi nasional. Karena itu, setiap gangguan keamanan yang terjadi pada kawasan operasional Obvitnas berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap produksi, distribusi, hingga sektor energi dan industri lainnya.

Baca Juga :  Polri Audit Sistem Pengamanan PLN, Implementasi Obvitnas Tak Boleh Sekadar di Atas Kertas

Setidaknya terdapat tiga kepentingan strategis negara dalam penerapan SMP Obvitnas.

Pertama, menjaga ketahanan energi nasional. Keamanan fasilitas pertambangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan pasokan energi.

Kedua, melindungi aset vital negara. Sistem pengamanan yang kuat dapat mencegah potensi kerugian akibat gangguan keamanan terhadap fasilitas, aset, maupun kegiatan operasional strategis.

Ketiga, memperkuat keamanan nasional. Objek Vital Nasional yang aman akan membantu memastikan rantai pasok energi, aktivitas industri, serta kepentingan masyarakat luas tetap berjalan tanpa gangguan berarti.

Dengan demikian, predikat Sangat Baik dengan skor 88,21 persen yang diraih PT Bukit Asam dalam Wasdal II menjadi capaian penting sekaligus tantangan baru. Sebab, ukuran keberhasilan sistem pengamanan bukan hanya terlihat dari tingginya nilai audit, tetapi dari kemampuan seluruh jajaran menjadikan keamanan sebagai budaya kerja.

Baca Juga :  Baharkam Polri Gelar Wasdal Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas di Kantor Pusat PLN

Rangkaian kegiatan Wasdal II kemudian ditutup dengan penandatanganan Berita Acara, penyerahan hasil Wasdal II, tukar plakat, dan foto bersama.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan lancar.

Hasil Wasdal II tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi PT Bukit Asam untuk melakukan perbaikan berkelanjutan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Audit Resertifikasi 2027, dengan target tidak sekadar mempertahankan predikat Sangat Baik, tetapi meningkatkan kualitas implementasi Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional ke tingkat yang lebih tinggi.

Bagi perusahaan sebesar PT Bukit Asam, keamanan pada akhirnya bukan sekadar persoalan penjagaan aset. Keamanan merupakan bagian dari strategi menjaga keberlangsungan produksi, melindungi kepentingan negara, dan memastikan sumber daya strategis tetap memberikan manfaat bagi kepentingan nasional. **

  • Bagikan