Perspektif teori strukturasi menekankan dualitas relasi antara agen dan struktur. Struktur melibatkan aturan, sumberdaya, dan sistem sosial yang dimobilisasi oleh agen sosial dalam ruang dan waktu.
Korupsi tak lepas dari interaksi kekuasaan, yang didefinisikan oleh tujuan dan kemauan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Sebagai kejahatan struktural, korupsi melibatkan struktur mikro dan makro.
Banalitas motif seperti keserakahan, ketidakjujuran, kesombongan, dan kepuasan subjektif menjadi pendorong. Modernitas global memberikan dukungan, mencakup perentangan ruang waktu dan perkembangan refleksivitas pengetahuan.
Pembenaran terhadap korupsi adalah upaya rasionalisasi agen manusia untuk menghindari tanggungjawab moral dan hukum sosial.
Perubahan sosial dapat dicapai dengan derutinisasi struktur, mengambil jarak dari pengawasan refleksif yang membatasi, sekaligus memberdayakan untuk mengatasi struktur signifikasi, dominasi, dan legitimasi dalam konstitusi sosial. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









