Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pesan Moral Politik

  • Bagikan
Janganlah kita menilai batin orang tua kita di kampung dengan ukuran materi. Harus diingat, orang tua kita membesarkan kita dengan pengorbanan dan kesulitan.
Rafael Taher, S.I.P, (foto : isth).

Ingatlah, hidup orang tua di kampung penuh dengan kesulitan, dan dalam hati kecil mereka hanya tersisa harga diri. Jangan pernah kita merendahkan hidup mereka dengan segepok uang. Hidup orang tua kita sederhana, polos, dan penuh dengan ketulusan.

Apapun jabatan atau posisi kita, mereka akan tetap melihat kita sebagai anak mereka. Hindarilah pamer kemewahan di hadapan orang tua di kampung. Jadilah calon pelayan dan abdi negara yang adil dan jujur, dimulai dari dalam diri sendiri.

Buatlah warga di kampung bangga dengan visi-misi dan gagasan kita. Janganlah membuat mereka bersedih, terpecah, dan menderita hati oleh kehadiran kita sebagai calon legislatif di desa-desa.

Baca Juga :  Tak Mau Lagi Dua Kursi, PDIP Mabar Siap Bangun Kekuatan Besar, Ini Penegasan DPP dan DPD! 

Jika doa dan harapan warga jatuh pada kita dan kita berhasil, itu berarti kepercayaan masyarakat terhadap kita. Namun, jika takdir hidup berkata lain, jadilah individu yang bijaksana dalam menghadapi kehidupan dan menerima kenyataan dengan lapang dada.

Baca Juga :  Menteri UMKM Tegaskan Peran PNM, Warga Diminta Manfaatkan Akses Pembiayaan Resmi

Salam semangat, ende ema ase kaeku. Pilihan ada pada hati dan pikiran kita. Kami hanya menunjukkan diri di hadapan ende ema. Doa dan harapan, itulah yang menentukan ende ema ase kae yang akan menjadi penentu. **

  • Bagikan