Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Anggota DPRD Mabar Desak Pemkab Jemput Bola Ambil Alih Embung Anak Munting, Ino Peni: Jangan Biarkan Aset Miliaran Menganggur

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
b4a9cec0 7eaf 11f1 afd3 33aefa67ccc1
Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Inocentius Peni. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Inocentius Peni, menyayangkan belum dimanfaatkannya secara maksimal kawasan wisata Embung Anak Munting yang berada di Kampung Kenari, Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Embung yang dibangun menggunakan anggaran negara hingga puluhan miliar rupiah dan telah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo beberapa tahun lalu itu dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sekaligus sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun hingga kini, aset strategis tersebut belum memberikan kontribusi yang optimal bagi daerah maupun masyarakat.

Menurut Inocentius Peni yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Manggarai Barat, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tidak boleh hanya menunggu proses penyerahan aset dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  DPW PKB NTT Ancam Laporkan Penyebar Isu Mahar Rp350 Juta: Jika Internal, Langsung Dipecat

Sebaliknya, pemerintah daerah harus aktif membangun komunikasi dan melakukan langkah-langkah strategis agar pengelolaan kawasan tersebut dapat segera diambil alih.

“Saya sangat menyayangkan aset sebesar itu belum dimanfaatkan secara maksimal. Embung Anak Munting merupakan proyek strategis yang dibangun dengan anggaran negara yang sangat besar. Sudah seharusnya pemerintah daerah berinisiatif berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar pengelolaannya bisa diserahkan kepada Kabupaten Manggarai Barat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Inocentius, Senin (13/7/2026).

Baca Juga :  Feri Adu Pertanyakan Peran Camat Komodo, Klaim Fungsionaris Adat Dinilai Picu Konflik Pertanahan

Ia menilai, apabila dikelola secara profesional, Embung Anak Munting berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan yang mampu meningkatkan penerimaan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Bayangkan saja, jika dalam sehari ada sekitar 200 pengunjung dengan harga tiket masuk Rp10 ribu per orang, maka pendapatan yang diperoleh bisa mencapai Rp2 juta per hari. Dalam satu bulan nilainya sudah cukup besar, apalagi jika dikelola secara serius dan jumlah wisatawan terus meningkat. Ini merupakan potensi PAD yang tidak boleh disia-siakan,” ujarnya.

  • Bagikan