BORONG, NTTNEWS.NET – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores terus ditunjukkan oleh jajaran UPTD Puskesmas Mano, Kabupaten Manggarai Timur. Di tengah kondisi warga yang masih diliputi rasa cemas dan trauma akibat guncangan gempa, Kepala UPTD Puskesmas Mano, Paskalis Jangkar, S.Kep, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau.
Tidak hanya menjalankan tugas pelayanan kesehatan di fasilitas medis, Paskalis juga aktif mendatangi sejumlah titik pelayanan kesehatan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mano. Ia memastikan masyarakat yang mengalami luka maupun keluhan kesehatan setelah gempa mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis secara cepat.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores meninggalkan dampak yang cukup berat bagi masyarakat. Selain kerusakan bangunan dan fasilitas umum, sebagian warga mengalami luka-luka dan membutuhkan pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut membuat keberadaan tenaga kesehatan di tengah masyarakat menjadi sangat penting, terutama bagi warga yang memilih bertahan di sekitar rumah atau mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman.
Dalam situasi tersebut, Paskalis Jangkar bersama jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Mano terus bergerak memberikan pelayanan kepada warga terdampak. Pelayanan kesehatan dilakukan melalui posko-posko kesehatan, termasuk di sejumlah Pustu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mano.
Paskalis tidak hanya memantau pelayanan, tetapi juga melihat langsung kondisi warga yang membutuhkan pertolongan. Warga yang mengalami luka akibat gempa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan sesuai kondisi masing-masing.
“Kami terus turun langsung memantau kondisi masyarakat, terutama warga yang mengalami luka akibat gempa. Kami memastikan mereka mendapatkan pelayanan dan pengobatan yang dibutuhkan di posko-posko kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mano,” ujar Paskalis Jangkar, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, dalam kondisi pascabencana, pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti hanya karena masyarakat berada di luar fasilitas kesehatan. Justru, tenaga kesehatan harus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama mereka yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat kondisi lingkungan maupun kerusakan yang terjadi.
“Dalam situasi seperti ini, masyarakat membutuhkan kehadiran tenaga kesehatan. Karena itu, kami berupaya hadir di tengah-tengah mereka, mendengar keluhan mereka, memeriksa kondisi kesehatan dan memberikan pengobatan apabila ada yang mengalami luka atau gangguan kesehatan,” katanya.
Selain pelayanan medis, UPTD Puskesmas Mano juga menunjukkan kepedulian sosial dengan melakukan pembagian paket sembako kepada masyarakat yang terdampak gempa. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang membutuhkan dan dilayani melalui posko kesehatan Pustu di wilayah kerja Puskesmas Mano.
Bantuan sembako tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit setelah bencana. Sebab, bagi warga terdampak, kebutuhan sehari-hari seperti makanan menjadi salah satu persoalan yang harus segera dipenuhi selain kebutuhan kesehatan dan tempat tinggal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









