LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Zasgo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebut mengangkat tema “Pancasila sebagai Ideologi Negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, serta Ketetapan MPR RI, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.”
Sosialisasi tersebut diikuti kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari anggota PGRI dan para guru di Kabupaten Manggarai Barat.
Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman para pendidik mengenai nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai tenaga pendidik, para guru dinilai memiliki posisi strategis karena tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik kepada peserta didik, tetapi juga turut membentuk karakter, wawasan kebangsaan, serta sikap generasi muda.
Hadir pada kesempatan itu sebagai narasumber diantaranya, Anggota MPR RI dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Ir. Abraham Liyanto, yang juga merupakan anggota DPD RI perwakilan dari Provinsi NTT, Dr. H. Mufti Aimah Nurul Anam, M.I.Kom, Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur II, Dr. Umbu Rudy Kabunang, anggota DPR/MPR RI Komisi XIII, Fraksi Partai Golkar dari Dapil NTT II, Drs. Mohamad Toha, S.Sos., M.Si, anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V.
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Kelompok DPD Daerah Pemilihan NTT, Ir. Abraham Paul Liyanto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar merupakan bagian dari tugas konstitusional MPR RI.
Ia menyebutkan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, MPR RI memiliki tugas untuk memasyarakatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Berdasarkan Undang-Undang dan Tata Tertib MPR RI Nomor 1 Tahun 2024, khususnya Pasal 5, MPR RI diberikan tugas untuk memasyarakatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Abraham Paul Liyanto.
Menurutnya, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan tidak boleh hanya berhenti di ruang-ruang pertemuan, tetapi harus diteruskan kepada masyarakat, terutama kepada generasi muda melalui para guru.
“Bapak dan Ibu adalah penyambung lidah kami. Karena itu, kami berharap materi yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat diteruskan kepada anak-anak didik di sekolah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Abraham juga menjelaskan mengenai kelembagaan MPR RI, termasuk komposisi anggota dan pembagian tugas antara DPR RI dan DPD RI.
Ia mengatakan, pemahaman mengenai lembaga negara penting diberikan kepada masyarakat agar publik mengetahui bagaimana sistem ketatanegaraan Indonesia berjalan.
“Anggota MPR RI saat ini terdiri dari anggota DPR dan DPD. Dalam kegiatan ini nanti juga akan dijelaskan apa itu MPR, apa itu DPR, apa itu DPD, serta tugas dan fungsi masing-masing dalam menjalankan amanat konstitusi,” jelasnya.
Menurut Abraham, pemahaman tersebut penting terutama bagi para guru karena mereka memiliki peran besar dalam menerjemahkan pengetahuan tentang konstitusi dan kehidupan berbangsa kepada peserta didik dengan bahasa yang mudah dipahami.
Ia juga menyampaikan bahwa MPR RI memiliki alat kelengkapan dan perangkat pendukung dalam menjalankan tugasnya, termasuk Badan Sosialisasi yang memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan nilai-nilai Empat Pilar kepada masyarakat.
“Melalui Badan Sosialisasi inilah kita terus melakukan kegiatan seperti ini. Tujuannya agar nilai-nilai Pancasila, konstitusi, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya diketahui, tetapi benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Abraham Paul Liyanto memberikan perhatian khusus terhadap peran guru dalam membangun sumber daya manusia di NTT.
Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi salah satu ujung tombak dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan zaman.
Karena itu, ia mengajak seluruh anggota PGRI Kabupaten Manggarai Barat yang hadir untuk mengikuti sosialisasi dengan serius dan kemudian meneruskan pengetahuan tersebut kepada para siswa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









