LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Kepedulian terhadap dunia pendidikan di tengah situasi pascagempa Flores terus mengalir dari berbagai pihak. Kali ini, perhatian datang dari PLN UP3 Sumba yang menunjukkan kepeduliannya terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah yang membutuhkan sarana pendukung setelah terdampak gempa.
Kepedulian tersebut diwujudkan melalui bantuan empat buah terpal berukuran 6 x 8 meter yang diperuntukkan sebagai tenda darurat untuk kegiatan belajar mengajar di dua sekolah, yakni SDK Dencang dan SDK Rekas II.
Bantuan tersebut disalurkan oleh Virtus Gita Anggara, Asisten Manager Transaksi Energi Listrik PLN UP3 Sumba, sebagai bentuk kepedulian terhadap para siswa dan guru yang tetap berupaya menjalankan aktivitas pendidikan di tengah suasana duka dan keterbatasan akibat gempa Flores.
Dari total empat terpal yang disalurkan, masing-masing sekolah menerima dua buah terpal dengan ukuran 6 x 8 meter. Bantuan tersebut telah diserahkan kepada pihak sekolah dan diterima langsung oleh kepala sekolah masing-masing.
Terpal tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai tempat atau tenda darurat untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, terutama ketika kondisi ruang belajar belum sepenuhnya memungkinkan digunakan secara normal.
Virtus mengatakan, bantuan itu merupakan bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada lembaga pendidikan serta anak-anak sekolah yang tetap bersemangat mengikuti proses pembelajaran meskipun berada dalam situasi pascagempa.
“Semoga terpal ini dapat bermanfaat untuk lembaga pendidikan, terutama untuk memberikan kenyamanan kepada anak-anak saat kegiatan belajar mengajar. Apalagi nanti ketika memasuki musim hujan, keberadaan tenda darurat ini tentu sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pembelajaran,” ujar Virtus, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, keberlangsungan pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena terjadi bencana. Anak-anak harus tetap mendapatkan ruang yang aman dan layak untuk belajar, sementara para guru membutuhkan dukungan agar tetap dapat menjalankan tugas mendidik di tengah kondisi yang tidak mudah.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para siswa agar tidak kehilangan semangat untuk belajar meskipun mereka sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Salam semangat untuk anak-anak. Belajarlah dengan rajin sehingga kelak dapat berguna bagi nusa dan bangsa. Tetap semangat juga untuk bapak dan ibu guru dalam membimbing anak-anak, walaupun dalam suasana duka akibat gempa Flores. Tuhan memberkati,” katanya.
Bantuan tersebut tidak hanya dipandang sebagai pemberian material, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moril bagi sekolah dan para siswa. Kehadiran terpal sebagai tempat belajar sementara diharapkan dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan melindungi siswa maupun guru dari panas serta hujan.
Gempa Flores yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten di daratan Flores-Nusa Tenggara Timur memberikan dampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah membuat sebagian kegiatan belajar mengajar harus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi yang ada.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









