Di Kabupaten Manggarai, operasi diarahkan ke wilayah Kecamatan Reo. Sementara di Kabupaten Nagekeo, penyisiran menyasar sejumlah lokasi, yakni Kelurahan Mbay, Desa Tungurambang, Desa Nangadhero, dan Desa Marpokot.
Penyisiran dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat di wilayah terdampak sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya korban yang belum terdata atau warga yang masih membutuhkan bantuan akibat dampak gempa.
Hingga penyisiran dilakukan pada Minggu siang, tim SAR belum menemukan adanya penambahan korban meninggal dunia dari sejumlah lokasi yang menjadi sasaran operasi.
Meski demikian, proses pencarian dan pemantauan tetap dilanjutkan. Tim SAR tidak hanya mengandalkan laporan awal, tetapi juga melakukan verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan data korban dan kondisi masyarakat benar-benar akurat.
Berdasarkan pendataan dan verifikasi faktual di lapangan hingga Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 14.00 WITA, jumlah korban akibat gempa bumi tersebut tercatat sebanyak 51 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka berat maupun luka ringan.
Dengan demikian, total korban yang telah terdata mencapai 183 orang.
Angka tersebut masih bersifat sementara dan dinamis. Perubahan data masih sangat mungkin terjadi seiring berlangsungnya proses pencarian, evakuasi, pendataan, serta verifikasi terhadap laporan dari masing-masing wilayah terdampak.
Kantor SAR Maumere bersama unsur potensi SAR terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, tenaga medis, serta unsur terkait lainnya untuk memperbarui informasi mengenai kondisi korban dan kebutuhan penanganan di lapangan.
Memasuki hari kedua pascagempa, fokus utama tim SAR adalah memastikan seluruh wilayah terdampak telah disisir dan tidak ada warga yang luput dari pencarian maupun membutuhkan pertolongan darurat.
Selain pencarian korban, tim juga terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak, termasuk kemungkinan munculnya laporan baru dari masyarakat.
Kantor SAR Maumere menegaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan akan terus dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan situasi, hasil evaluasi lapangan, serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Seluruh data korban juga akan terus diperbarui secara berkala melalui koordinasi dan verifikasi bersama BPBD setempat dan unsur potensi SAR.
Dengan masih berlangsungnya operasi, masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap mengikuti arahan petugas dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya warga yang belum ditemukan atau membutuhkan bantuan.
Operasi SAR hari kedua menjadi bagian penting dalam memastikan setiap laporan ditindaklanjuti, setiap wilayah terdampak diperiksa, dan tidak ada korban maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan terabaikan di tengah situasi darurat pascagempa Flores. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









